Jakarta,corebusiness.co.id-Produsen baterai Korea Selatan Samsung SDI mengatakan pada Selasa (11/8/2026) bahwa mereka akan mengakhiri perjanjian usaha patungan dengan General Motors (GM) di Indiana.
Pengakhiran perjanjian dilakukan Samsung SDI dengan cara mengakuisisi 49,99 persen saham perusahaan AS tersebut, dengan alasan permintaan kendaraan listrik yang lebih lemah dari perkiraan.
Dalam pengajuan regulasi, Samsung SDI berencana menggunakan unit yang sepenuhnya dimiliki-SDI-GM Synergy Cells Holdings-untuk menanggapi permintaan pasar akan baterai di berbagai aplikasi, termasuk sistem penyimpanan energi (ESS) dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
SDI juga menyampaikan rencana investasi yang ada akan berubah setelah peralihan ke unit yang sepenuhnya dimiliki, tetapi rencana investasi spesifik belum diselesaikan. Perusahaan akan memberikan penjelasan lebih lanjut sesuai dengan persyaratan regulasi.
“Perubahan kepemilikan dilakukan dengan mempertimbangkan perubahan pasar sejak usaha patungan diumumkan, termasuk pertumbuhan permintaan EV yang lebih lambat dari perkiraan. Kedua mitra kini telah memutuskan untuk mencari bentuk kerja sama lain selain usaha patungan,” kata Samsung SDI dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.
Secara terpisah, Samsung SDI mengatakan telah menandatangani perjanjian dengan GM untuk bersama-sama mengembangkan baterai prismatik generasi berikutnya untuk potensi aplikasi EV di masa mendatang.
Reuters sebelumnya melaporkan awal tahun ini pembangunan pabrik baterai prismatik melambat di tengah lemahnya permintaan kendaraan listrik (EV).
GM dan produsen mobil lainnya mengurangi produksi EV setelah kehilangan kredit pajak federal sebesar $7.500 pada September lalu. Meskipun produsen mobil terus membangun dan menjual EV, mereka telah menurunkan output pabrik untuk menyesuaikan dengan permintaan.
Usaha patungan tersebut diumumkan dua tahun lalu dan awalnya diharapkan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 27 gigawatt jam, dengan tujuan untuk memulai produksi massal pada tahun 2027.
Pada Maret, GM dan LG Energy Solution juga mengumumkan keputusan untuk mengubah pabrik baterai EV lain di Tennessee untuk membuat baterai untuk energy storage system (ESS) (Rif)