160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Pertumbuhan Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Triwulan II 2026 Tertinggi

Ilustrasi: penari Bali. Foto:balistarisland.com.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,29 persen yoy. Pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara di atas capaian nasional.

“Pertumbuhan di Bali dan Nusa Tenggara dan Sulawesi di atas pertumbuhan nasional,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, Rabu, 5 Agustus 2026.

Edy menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara melesat signifikan mencapai 6,10 persen, apabila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu pada kuartal II 2025 yang hanya bertengger di angka 3,72 persen yoy.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa mencapai 5,65 persen dan Sulawesi mencapai 5,53 persen pada kuartal II-2026.

Sumber pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusra tersebut utamanya disumbangkan oleh Provinsi Bali yang berkontribusi 2,77 persen, diikuti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2,21 persen, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 1,12 persen.

Menurut BPS, terdapat tiga sektor yang menjadi sumber pertumbuhan utama bagi perekonomian di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yaitu sektor pertambangan, perdagangan, serta sektor administrasi pemerintahan.

Terpisah, Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, pada Rabu, 5 Agustus 2026, mengatakan, pertumbuhan ekonomi Bali disokong sejumlah sektor dengan sektor dominan yakni konstruksi 0,82 persen. Selain itu, sektor pendukung lainnya yakni pengadaan listrik dan gas, akomodasi makan dan minum serta transportasi dan pergudangan turut mendukung pertumbuhan ekonomis secara signifikan

“BPS Provinsi Bali mencatat perekonomian Bali pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,78 persen. Pertumhuhan ekonomi tersebut disokong sektor kontruksi sebesar 0,82 persen sebagai sumber pertumbuhan ekonomi terbesar,” kata Agus dikutip RRI.co.id.

Agus mengungkapkan, dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah turut mendukung pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 14,90 persen, disusul konsumsi rumah tangga 5,48 persen. Sementara ekspor luar negeri mencatatkan pertumbuhan terendah 2,23 persen dan impor luar negeri mengalami kontraksi sedalam 9,60 persen. (Gaska)

 

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN