Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Lombok,corebusiness.co.id-Putri Mahkota Kerajaan Swedia, Victoria, selaku Duta Kehormatan UNDP, tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/9/2026), bersama Resident Representative UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, Sekretaris Negara Swedia Diana Janse, Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, dan Wakil Menteri Bappenas, Febrian Ruddyard.
Rombongan diterima Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal di Bandara Lombok dengan sajian masakan lokal seperti sate ikan khas Lombok Utara, olahan tempe, hingga umbi-umbian lokal. Sajian yang mengangkat bahan pangan setempat sekaligus menjadi pesan keberlanjutan kunjungan ini.
Selama dua hari, Duta Kehormatan UNDP akan meninjau langsung program UNDP di Lombok, hunian dan fasilitas yang dibangun kembali lewat inisiatif PETRA, sistem kesehatan digital SMILE, asuransi terumbu karang pertama di Indonesia di Gili Meno, serta Hutan Adat Mandala di Bayan.
Saat mengunjungi UPTD Bale KITA di Kawasan Barat Islamic Center, Putri Mahkota Victoria melihat berbagai hasil industri kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis komunitas, termasuk promosi kerajinan, produk lokal, dan warisan budaya daerah.
Di lokasi, Putri Mahkota Victoria meninjau produk UMKM binaan Programme for Earthquake and Tsunami Infrastructure Reconstruction Assistance (PETRA), salah satu proyek UNDP. Di antaranya olahan camilan tradisional mete, madu hutan, dan keripik ubi, produk yang mengolah bahan pangan lokal menjadi komoditas bernilai tambah untuk meningkatkan tidak hanya ketangguhan masyarakat pasca-bencana tapi juga perekonomian keluarga.
Putri Mahkota Victoria juga berdialog dengan para perajin dan pelaku usaha lokal mengenai penguatan UMKM dalam membuka lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga, sekaligus usaha dalam menjaga kekayaan budaya setempat.
Kunjungan ini menunjukkan kolaborasi UNDP dan Pemerintah Indonesia dalam menghadirkan pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. (Rif)