INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id-Seiring meluasnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan, kebutuhan untuk memperkuat literasi dan kesiapan AI bagi para pendidik semakin penting, termasuk di lingkungan pesantren dan institusi pendidikan Islam.
Dalam rangka mendukung kesiapan guru dan komunitas pendidikan di era AI, NU Care Global bersama Microsoft Indonesia menyelenggarakan AI Teaching Power Impact Forum di Kantor Microsoft Indonesia, Gedung Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 18, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Forum ini menyoroti dampak pemanfaatan AI dalam mendukung transformasi pendidikan yang inklusif, etis, dan berkelanjutan, khususnya di lingkungan pesantren dan ekosistem pendidikan Islam.
AI Skills Director Microsoft Indonesia, Arief Suseno mengatakan, AI Teaching Power merupakan program paling bungsu dari Microsoft Elevate, sebuah inisiatif pelatihan AI yang telah diluncurkan pada Desember 2024. Namun, pencapaiannya lebih dari 120 persen dari target yang telah ditetapkan.
“Capaian ini berkat kolaborasi lintas sektor dalam kemitraan Microsoft Elevate yang melibatkan peran aktif dari beberapa mitra, antara lain Kementerian Agama Republik Indonesia, Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, NU Care Global by LAZISNU, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), dan komunitas pendidikan,” kata Arief.
Menurutnya, rasa keingintahuan para santri begitu antusias tatkala diperkenalkan teknologi AI dan perangkat pendukungnya. Ia juga mengapresiasi RMINU yang telah mengadopsi program Microsoft Elevate dengan cepat melalui Gerakan Pesantren Cakap AI.
“Kita mencoba mendobrak bahwa pesantren tidak boleh ketinggalan zaman, harus melek dengan teknologi. Semula, kami menghadirkan pembelajaran teknologi dasar, dan hanya sedikit pengenalan ke level mengengah, ternyata antusiasnya begitu tinggi,” ujarnya.
Berkat peran aktif NU Care, disebutkan Arief, hingga saat ini telah dilatih 58.968 santri dari 12.418 institusi pendidikan terdaftar, dan 92.052 sertifikasi yang telah dikeluarkan Microsoft Indonesia.
“Artinya, para peserta tidak hanya belajar ilmu dasar, tapi mereka ikut mengikuti pelatihan baik secara online maupun workshop secara offline, hingga mengikuti assessment. Setelah dinyatakan lulus, baru diberikan sertifikasi,” terangnya.
Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya, melalui video zoom menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) Indonesia belajar teknologi baru supaya tidak ketinggalan dengan negara lain. Ia juga menyampaikan apresiasi program pengenalan teknologi AI yang dilaksanakan Microsoft Indonesia dan NU Care yang telah mencapai 58.968 santri. Menandakan banyak orang ingin belajar tentang AI.
“Saya berharap program ini terus dikembangkan dan bisa memberikan manfaat kepada banyak orang. Selain adanya pelatihan dari Microsoft Indonesia dan NU Care, kami berharap dalam program berikutnya masyarakat diberikan pemahaman tentang AI tidak hanya dari sisi teknologi, tapi juga etika pemanfaatan AI,” harapnya.