160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Formula HPM 2026 Sudah Ditetapkan, Begini Respons Pelaku Hulu dan Hilir

Sekum APNI, Meidy Katrin Lengkey dan Ketum FINI, Arif Perdana Kusumah. Foto: kreasi corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Pemerintah resmi memberlakukan formula baru Harga Patokan Mineral (HPM) mulai 15 April 2026. Begini respons pelaku usaha di sektor hulu dan hilir nikel.

Formula baru HPM tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Perubahan atas Kepmen No. 266/2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan Untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batu Bara.

Ketentuan ini di antaranya menyesuaikan faktor koreksi serta penambahan mineral ikutan dalam perhitungan HPM, khususnya untuk komoditas bijih nikel. Selain itu, pemerintah juga mengubah satuan HPM dari sebelumnya menggunakan dolar AS per dry metric ton (dmt) menjadi dolar AS per wet metric ton (wmt).

Pelaku usaha di sektor hulu merespons positif perubahan beleid ini. Seperti disampaikan Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey,  reformulasi HPM ini signifikan, karena harga acuan naik hingga lebih 100 persen sampai lebih 140 persen.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Sekarang, HPM tidak hanya berbasis nikel, tetapi juga memasukkan kobalt, besi, dan krom sebagai bagian dari valuasi,” kata Meidy dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Meidy menyebutkan, reformulasi HPM memberikan dampak yang signifikan, antara lain naiknya harga nikel di bursa London Metal Exchange (LME) beberapa jam setelah pemerintah merilis HPM baru, dari US$17.090 per ton menjadi US$17.680 per ton.

Bagi para penambang, kata dia, perubahan HPM ini memperkuat dasar harga (price floor). Sebaliknya kebijakan ini bagi smelter, terutama yang berteknologi high pressure acid leach (HPAL), akan menambah tekanan biaya produksi. Jadi, kondisi yang terjadi saat ini bukan kenaikan margin, tapi justru margin compression di tengah rantai industri.

Meidy juga mengungkapkan tiga tantangan utama, yaitu tekanan biaya produksi, ketidak seimbangan permintaan (demand), dan risiko rantai pasok (supply chain).

750 x 100 PASANG IKLAN

Diuraikan tantangan pertama, industri nikel saat ini mengalami tekanan biaya produksi karena naiknya harga sulfur secara signifikan, dari sebelumnya US$200 per ton–US$300 per ton, menjadi lebih dari US$900 per ton.

“Kenaikan sulfur dipicu kondisi geopolitik yang berpusat pada konflik di Timur Tengah, wilayah yang menyumbang 24 persen pasokan sulfur global,” ujarnya.

Ia berpandangan, naiknya harga sulfur berdampak besar bagi smelter dengan teknologi HPAL, dengan tambahan biaya sekitar US$4.000 per ton nikel. Pasalnya, sulfur adalah bahan baku strategis krusial dalam teknologi HPAL untuk memproses nikel laterit menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Tantangan kedua, permintaan nikel untuk baja nirkarat (stainless steel) masih kuat, tetapi, sebaliknya demand untuk baterai masih belum optimal.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sementara tantangan ketiga adalah risiko rantai pasok (supply chain), yakni Indonesia masih sangat bergantung pada impor sulfur, sehingga gangguan geopolitik dapat langsung memengaruhi produksi nasional.

Dalam situasi seperti saat ini, untuk jangka pendek, Meidy memperkirakan perusahaan akan melakukan penyesuaian strategi, seperti efisiensi operasional, penyesuaian capital expenditure (Capex), dan optimalisasi produksi. Kendati sejauh ini, industri masih fokus pada menjaga keberlanjutan operasi, bukan pengurangan tenaga kerja secara masif. Karena, kita melihat ini sebagai fase transisi, bukan krisis permanen.

Untuk jangka menengah, sambungnya, nikel berpotensi mengalami tren kenaikan harga (bullish) cukup kuat, karena suplai mulai dikontrol melalui RKAB, biaya produksi (cost production) global meningkat, dan Indonesia semakin memperkuat peran sebagai penentu pasar (market stabilizer).

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !