INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id-Sekretaris Jenderal Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia (MAI) Maxdeyul Sola menyatakan, sosok Wakil Menteri Pertanian (wamentan) yang akan menggantikan Sudaryono harus mempunyai visi membangun agribisnis dan bisa mengembangkan agroindustri atau hilirisasi secara holistik.
Jabatan wamentan hingga saat ini masih kosong sejak Sudaryono dilantik secara resmi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Sementara Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan calon wamentan pengganti Sudaryono telah disiapkan. Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas sosok tersebut dan menyerahkan keputusan sepenuhnya pada Presiden Prabowo Subianto.
“Sudah, sudah (ada nama calon wamentan baru),” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Kamis, 24 Juli 2026.
Namun, Amran enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai proses penunjukan pengganti Sudaryono. Ia hanya meminta publik bersabar sembari menunggu keputusan Presiden Prabowo.
Terpisah, Sekjen MAI Maxdeyul Sola, menyampaikan pandangan terkait sosok wamentan yang baru. Menurutnya, sosok tersebut harus mempunyai jejaring yang luas, mulai dari aspek hulu, onfram, hingga hilir.
Ia menjelaskan, di aspek hulu, mulai dari penyediaan bibit, bibit, alat mesin pertanian (alsintan), dan lainnya. Di aspek onfram, dia juga mempunyai kemampuan bagaimana mengkoordinasikan semua sarana produksi (saprodi) di hulu kepada pelaku onfarm, sehingga bisa meningkatkan produksi dengan baik, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Kemudian di aspek hilir, sosok tersebut harus bisa berkolaborasi dengan semua pelaku usaha di hilir. Jadi tidak lagi dia berpikir hanya melakukan penguatan di onfarm. Menurutnya, onfram sekarang sudah bagus, hanya di sektor kelembagaannya saja belum bagus. Karena itu, dia juga harus mengerti mengenai kelembagaan.
“Karena, petani sekarang ini seolah-olah hanya sebagai pekerja. Bukan menjadikan seorang petani termasuk kelompok tani sebagai pelaku bisnis. Ini yang harus diubah seorang wamentan yang baru,” kata Sola kepada corebusiness.co.id, Senin, 27 Juli 2026.
Masih di aspek hilir, Sola berpandangan, sosok wamentan tersebut harus mempunyai jejaring yang luas, baik dengan pelaku industri, menguasai pemasaran, serta kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pasar. Terpenting juga memahami standardisasi kualitas produk pertanian yang akan dipasarkan, baik ketentuan standardisasi nasional dan internasional.
Sola mengingatkan, perlu diketahui, perilaku industri itu harus mendapatkan kejelasan terhadap suatu produk, baik dari sisi volume dan kualitas. Terpenting lagi adalah kontinuitas.
“Apabila industri tidak berkesinambungan mendapatkan pasokan dari onfram, pasti sirkulasi pasokan tidak jalan di hilir. Dampaknya, industri akan mengimpor bahan baku dari negara lain untuk menjaga kebutuhan produksi industrinya,” ungkap Sola yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).