160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Seminar Nolisasi Kapasitas Komunitas Peternak Rakyat bakal Digelar 17 September di ICE BSD

750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Solidaritas Alumni Sekolah Peternakan Rakyat Indonesia (SASPRI) bekerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), IPB University, dan International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) akan menyelenggarakan seminar tentang membangkitkan kemandirian para peternak di Indonesia.

Mengusung tema Nolisasi Kapasitas KPR: “Membangun Martabat, Kedaulatan, dan Ekosistem Pembelajaran Peternak Menuju Industri Peternakan yang Berkeadilan”, seminar ini akan digelar di ICE BSD City, Tangerang, pada 17 September 2026.

Seminar akan menghadirkan para pembicara, yaitu Menteri Pembangunan Perencanaan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Rahmat Pambudy; Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. Herry Dermawan; Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB University, Prof. Dr. Evy Damayanthi; Pekerja Pembangunan dan Humanitarian, Ir. Trihadi Saptoadi; Bupati Kabupaten Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., dan Guru Besar IPB University dan Anggota AIPI, Prof. Dr. Muladno.

“Nolisasi Kapasitas KPR adalah akhir dari serangkaian belasan kali seminar SPR yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2020-an,” kata Prof. Dr. Muladno yang juga selaku Wali Utama SASPRI Nasional dalam keterangan tertulis kepada corebusiness.co.id, Selasa, 8 September 2026.

Muladno menuturkan, sejak memulai dan menjalani program Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) pada Mei 2013, dan kemudian mendirikan wadah para alumninya dalam organisasi SASPRI, dia menemukan istilah “nolisasi kapasitas peternak rakyat” di Indonesia.

“Penemuan istilah tersebut dilandasi dari observasi dan pendalaman saya terhadap KPR selama kurun waktu tersebut. Pendalaman terhadap KPR mengajarkan kepada saya bahwa mereka memiliki kapasitas minus,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, mayoritas KPR berlatar pendidikan maksimum SMP dengan porsi terbanyak lulusan SD atau tidak sekolah. Sehingga mereka tidak mampu berbisnis, tapi memiliki semangat beternak yang kuat.

Muladno mencontohkan, KPR senang bergotong royong konsumtif, tapi tidak ngerti cara bergotong royong produktif. Mereka juga tidak paham ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), apalagi digitalisasi.

“Akibatnya, mereka hanya pasrah dan nerimo ing pandum (mensyukuri rezeki saja). Mereka termasuk bagian dari 86 persen penduduk Indonesia,” ucapnya.

Jadi, kata dia, program SPR merupakan pembelajaran nolisasi  kapasitas KPR yang minus tersebut, untuk disiapkan tinggal landas menuju kemandirian dan kedaulatan bersama SASPRI.

Alhamdulilah sampai hari ini sudah lahir 58 SASPRI kawasan tingkat kecamatan), lima SASPRI daerah tingkat kabupaten dan kota), dan akan lahir SASPRI Provinsi di Jawa Timur. Insha Allah tahun 2026 ini SASPRI memulai babak baru dalam pergerakannya melalui sinergi tetrahelix bersama pemerintah, perguruan tinggi, dan pengusaha,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, SASPRI Nasional bergerak melalui tiga program utama. Pertama, Community Development Program dalam mengembangkan SPR.

Kedua, Business Capacity Development and Certification Program dalam melatih kemampuan bisnis kolektif berjamaah.

Ketiga, Business Partnership Program dengan berbagai pihak yang peduli KPR. (Rif)

 

 

 

 

 

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN