160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id

Mentan Amran: Swasembada Pangan Berlanjut Sepanjang 2026

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Mentan Andi Amran Sulaiman di acara Panen Raya Padi secara Serentak yang dipusatkan di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4)2025).
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan tren swasembada pangan di Indonesia diproyeksikan akan terus berlanjut sepanjang 2026 berkat peningkatan volume produksi domestik.

Amran menyebutkan, sebanyak delapan komoditas pangan strategis, termasuk beras, tercatat telah mencapai status swasembada, dengan tiga di antaranya bahkan sudah berhasil diekspor.

Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per 1 Juli 2026 tercatat di posisi 5,17 juta ton.

Amran menyampaikan keberhasilan swasembada yang dicapai pada akhir 2025 menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk mempertahankan kemandirian pangan tersebut sepanjang 2026.

750 x 100 PASANG IKLAN

Alhamdulillah, tepat di akhir Desember 2025, kita mencapai swasembada tercepat dan stok tertinggi selama 25 tahun. Ini kita umumkan, stok kita ini tertinggi selama merdeka sampai hari ini. Dulu pernah tahun 1984, stok kita 2,6 juta ton. Sekarang 5,18 juta ton,” ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Senin (6/7/2026).

Berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi produksi beras nasional sepanjang 2025 mencapai 34,7 juta ton, melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga mengestimasikan produksi beras Indonesia berada di kisaran 35 juta ton, sedangkan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memproyeksikannya sebesar 34,6 juta ton.

Data kumulatif tersebut memantapkan posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar di wilayah ASEAN, sekaligus menempati peringkat kedua di tingkat global.

Amran menegaskan bahwa angka ini bukan saja dari BPS, tapi juga dari FAO. Jadi dari FAO, kata dia, mengatakan produksi kita 35 ton. BPS mengatakan kurang lebih 34,7 ton. Kemudian Amerika, United States Department of Agriculture, ini datanya juga 34,6 ton. (Gaska)

750 x 100 PASANG IKLAN

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN