160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Pengamat Ekonomi Pertanian Respons Ekspor Beras Indonesia ke Malaysia Rp10 Ribu per Kg

Gudang Bulog. Foto: dok. Bulog

Jakarta,corebusiness.co.id-Pengamat ekonomi pertanian Khudori mengatakan, jika ekspor beras Indonesia disepakati Malaysia di angka Rp10 ribu per kilogram (kg), termasuk harga bagus. Karena, harga beras di pasar dunia lebih murah.

Pernyataan itu disampaikan Khudori merespons wacana pemerintah, dalam hal ini Badan Urusan Logistik (Bulog), akan mengekspor beras 200 ribu ton ke Malaysia.

Diberitakan, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkap bahwa pemerintah sedang melakukan penjajakan ekspor beras ke Malaysia sebesar 200 ribu ton. Kini, telah masuk tahap negosiasi harga.

Menurut Rizal, pembahasan harga berlangsung dinamis karena Malaysia saat ini tak hanya melirik Indonesia, tetapi juga tengah berburu pasokan dari negara produsen beras lain di kawasan seperti Tailan dan Vietnam.

750 x 100 PASANG IKLAN

Ia memperkirakan potensi nilai ekspor tersebut bisa menembus Rp2 triliun dengan asumsi harga jual beras berada di kisaran Rp10 ribu per kg.

“Saya sudah berkali-kali merespons wacana ekspor beras Indonesia, meskipun dalam porsi yang berbeda. Berdasarkan yang telah disampaikan pemerintah, target ekspor beras sebanyak 1 juta ton. Tapi, melihat situasi di pasar dunia, meskipun terjadi perang, harga beras masih murah. Produksi beras global pun relatif tidak ada gangguan. Itulah antara lain harga beras di pasar dunia relatif rendah,” kata Khudori ketika dihubungi corebusiness.co.id, Jumat, 8 Mei 2026.

Khudori menyebutkan, negara eksportir beras tidak hanya Indonesia, Tailan, atau Vietnam. Ada juga India. Pada akhir 2024, India sudah tidak melakukan pembatasan kuota ekspor beras. Kuota ekspor beras India sudah kembali normal seperti periode sebelumnya. Bahkan harga beras yang ditawarkan India jauh lebih murah dibandingkan negara eksportir lainnya. Terkecuali Pakistan, lantaran kualifikasi berasnya lebih tinggi.

“Jadi, importir mempunyai banyak alternatif untuk mendapatkan harga beras yang kompetitif dari negara eksportir,” ujarnya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Anggota Ketahanan Pangan INKINDO tersebut mengungkap, harga yang dibanderol Indonesia pun tidak semudah yang diperkirakan. Kecuali transaksi ekspor beras itu tidak semata-mata bisnis. Misalnya, Malaysia membutuhkan beras dari Indonesia, sebaliknya Indonesia membutuhkan produk lain dari Malaysia. Bisa juga karena hubungan bilateral yang saling menguntungkan kedua negara.

“Jadi, agak sulit mengharapkan harga yang lebih tinggi dari rerata harga yang berlaku di pasar dunia,” ungkapnya.

Jika Indonesia keukeuh mematok harga Rp 10 ribu per kg, Khudori memperkirakan jenis beras yang ditawarkan ke Malaysia sama seperti yang diekspor ke Arab Saudi, pada awal Maret 2026, yaitu super premium. Bukan beras premium yang broken-nya 15 persen, apalagi medium yang broken-nya 25 persen.

Khudori mengakui, dibanding tawaran harga jual ke Malaysia, Rp10 ribu per kg, yang ia diperkirakan jenis super premium, memang harganya lebih tinggi jika dijual di pasar domestik.

750 x 100 PASANG IKLAN

Berdasarkan data awal Mei 2026, harga beras kualitas super premium di dalam negeri menunjukkan tren yang tinggi, dengan rata-rata di pasar modern nasional sekitar Rp16.650-Rp17.000 per kg. Harga itu pun masih tergantung wilayah. Wilayah tertinggi saat ini adalah Sumatera Barat, mencapai Rp20.600 per kg. Wilayah tertinggi kedua Jambi, sekitar Rp19.000 per kg. Sedangkan wilayah terendah adalah Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan, masih di bawah rata-rata harga nasional.

Sementara harga beras premium, berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) untuk Zona I (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi) Rp 14.900 per kg. Di Zona II (Sumatera selain Lampung/Sumsel, NTT, dan Kalimantan) berkisar di angka Rp15.400-Rp15.800 per kg. Berikutnya di Zona III (Maluku dan Papua) berada di angka Rp15.800 per kg atau lebih.

Khudori memastikan, kalaupun terjadi transaksi antara Indonesia dan Malaysia, apakah terjadi kesepakatan Rp10 ribu per kg atau bahkan di bawah angka itu, Bulog terlebih dulu berkoordinasi dengan otoritas, dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas). (Rif)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !