Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id-Presiden Prabowo Subianto telah melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.
Pergantian posisi jabatan Menkeu yang semula dijabat Purbaya Yudhi Sadewa sontak mendapat sorotan dan beragam respons publik, lantaran terkesan mendadak. Saat prosesi pelantikan dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB, Purbaya sedang mengukuti Rapat Kerja Gabungan Komite IV DPD RI dengan Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia. Rapat dipimpin Ketua Komite IV Ahmad Nawardi.
Di tengah Purbaya menyampaikan laporan terbaru terkait realisasi APBN, aliran modal asing, hingga gaji PPPK, tiba-tiba Nawardi melakukan interupsi. Dia menyampaikan kepada Purbaya agar mengangkat telepon terlebih dahulu dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
“Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon dari Mensesneg. Tolong dilihat dulu,” ujar Nawardi.
Purbaya sempat kebingungan saat mendapat interupsi. Namun, dia pun langsung meninggalkan ruang rapat dan rapat dihentikan sementara.
Sementara itu, Suahasil mengaku ditelepon pihak Istana untuk dilantik sebagai menteri keuangan Senin pagi.
Menurut Pengamat Ekonomi Piter Abdullah, pelantikan Suahasil Nazara yang semula menjabat Wakil Menkeu menjadi Menkeu menggeser posisi Purbaya bukanlah hal yang mengejutkan dan terkesan tiba-tiba dilakukan Presiden Prabowo.
“Saya kira sudah diduga sebelumnya, beberapa bulan lalu sudah heboh isu pergantian menteri keuangan. Salah satunya muncul nama Pak Chatib Basri yang diisukan akan menjadi menteri keuangan,” kata Piter Abdullah ketika dihubungi corebusiness.co.id, Selasa, 15 September 2026.
Piter mengatakan, pergantian menteri dalam sebuah kabinet adalah sebuah keniscayaan, karena memang tidak mudah tugas seorang menteri. Mungkin saja kinerjanya dinilai Presiden belum sesuai harapan atau ekspektasi yang lebih tinggi dari apa yang selama ini bisa direalisasikan oleh menteri tersebut.
“Pelantikan ini memang terlihat seperti mendadak, walaupun menurut saya itu bukan sebuah keputusan mendadak, tetapi sebuah proses yang sudah berjalan cukup cukup lama,” ungkap Piter.
Menanggapi kinerja selama 1 tahun Purbaya menahkodai Kementerian Keuangan, Piter mengatakan bahwa yang berhak menilai hasil kinerja tersebut adalah Presiden Prabowo. Karena, Presiden yang tahu tahu persis apa yang diamanahkan kepada Purbaya. Termasuk target-target yang harus sudah bisa direalisasikan.
“Ketika Presiden kemudian diberhentikan, setidaknya menjadi petunjuk bahwa Purbaya tidak mencapai target dari apa yang diharapkan dan dibebankan oleh Presiden kepada Purbaya,” ucapnya.
Menyoal Purbaya yang suka ceplas-ceplos dengan gaya “koboi”, Piter beranggapan bahwa style pejabat itu bermacam-macam. Semua itu tergantung penilaian pimpinan dari pejabat tersebut. Satu sisi, ada pimpinan yang kurang suka anak buahnya terlalu banyak bicara, terlalu bikin gaduh. Di sisi lain, ada pimpinan tidak mempermasalahkannya, yang penting hasil kinerjanya sesuai dengan yang telah diamanahkan dan ditargetkan.
“Berdasarkan pengamatan saya terhadap apa yang berkembang di masyarakat, ada yang suka dengan gayanya Pak Purbaya, tapi ada juga yang lebih melihat dari substansi hasil kinerjanya. Kalau gaya itu kan lebih ke personal. Jadi, sudut pandangnya pasti berbeda-beda,” tutur Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies.
Respons Pasar
Dari respons pasar, pelaku pasar modal domestik menyambut positif pelantikan Suahasil sebagai Menkeu. Hal tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melemah tajam akibat kenaikan harga minyak dunia, lalu berbalik menguat setelah Suahasil resmi menjabat.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG sempat turun 2,56% ke level 6.373,96 jelang penutupan perdagangan dan kemudian menguat 0,08% secara intraday ke level 6.550 setelah pelantikan Suahasil.
Pada penutupan perdagangan, IHSG melemah tipis 0,10% ke level 6.534,69, yang didorong respons positif pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan.
Piter berpandangan, menguatnya IHSG selang tak lama pelantikan Suahasil sebagai Menkeu sekaligus menggambarkan bagaimana pasar selama ini menilai dari apa yang dilakukan oleh Purbaya.

Sementara terkait pesan Presiden Prabowo kepada Menkeu Suahasil untuk menjaga “kesehatan” APBN, Piter mengutarakan bahwa kredibilitas APBN sebenarnya bukan semata menjadi tanggung jawab seorang Menkeu.
“Menkeu itu hanya “tukang” buku ya. Istilahnya mengatur pembukuan saja, karena yang punya program Presiden, yang kemudian dilaksanakan di berbagai kementerian dan lembaga dari berbagai program. Bagaimana dia akan menjaga kredibilitas dan menjaga kesehatan kalau seandainya ada program di sebuah kementerian, di sebuah badan, di sebuah lembaga, yang “menjadi sumber” ketidaksehatan APBN. Seorang Menteri kan tidak bisa menolak, tidak bisa say no untuk programnya Presiden. Jadi saya kira memang kompleks tantangan dari seorang Menkeu,” paparnya.
Yang pasti, kata Piter, seorang Menkeu harus benar-benar punya terobosan untuk menjalankan amanah Presiden, termasuk terkait hal-hal yang bisa mengancam kondisi kesehatannya APBN. Sehingga program-program strategis Presiden tetap berjalan dan kesehatan APBN tetap terjaga.
Piter memperkirakan Menkeu Suahasil akan mengalami situasi yang sama persis dihadapi Purbaya. Karena, tugas, tanggung jawab yang pernah diemban Purbaya semasih menjabat Menkeu akan dilakukan pula oleh Suahasil.
Yang berbeda, Piter mengamati kedua figur ini secara personal memiliki sisi keperibadian yang berbeda. Menurutnya, gaya kepemimpinan Suahasil lebih mirip mantan Menkeu sebelumnya, Sri Mulyani.
Piter menaruh harap kinerja Kemenkeu lebih baik di bawah kepemimpinan Suahasil. Ia juga berharap Menkeu Suahasil dapat menjalin kolaborasi kerja sama yang baik dengan kementerian dan lembaga terkait.
Piter optimis Suahasil bisa menjalankan titah Presiden Prabowo. Selama menjadi Wakil Menkeu, dia bisa merekam jejak kinerja mantan bosnya, Purbaya, dalam menjalankan tugas utama di bidang fiskal: merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan ekonomi makro serta pengelolaan keuangan negara guna mendorong pertumbuhan dan stabilitas nasional.
Seperti diketahui, Suahasil Nazara dikenal sebagai seorang ekonom dan teknokrat senior Indonesia yang memiliki rekam jejak panjang di bidang akademisi dan birokrasi pemerintahan.
Pria kelahiran Jakarta pada 23 November 1970 tersebut pernah menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia (S.E.), lalu melanjutkan studi master hingga doktor di luar negeri, yakni di Cornell University dan University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Ia juga merupakan Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), tempat ia mengawali kariernya sebagai dosen sejak tahun 1999.
Kariernya di birokrasi dan kebijakan publik dimiluai dengan terlibat aktif dalam perumusan kebijakan strategis negara sejak 2009 sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan. Ia kemudian dipercaya memimpin Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada Suahasil Nazara dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) pada 25 Oktober 2019 oleh Presiden Joko Widodo dan kembali dilantik pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan pengalaman panjang dalam mengawal disiplin fiskal dan pengelolaan APBN, Suahasil resmi dilantik sebagai Menkeu pada Senin, 14 September 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebagai seorang teknokrat, kepemimpinannya di Kemenkeu dengan pendekatan kalkulasi makroekonomi yang presisi, pengutamaan stabilitas fiskal, serta navigasi kebijakan jangka menengah dan panjang di tengah ketidakpastian global. (Syarif)