Jakarta,corebusiness.co.id-Perekonomian Singapura tumbuh 6,0 persen pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dari perkiraan awal resmi sebesar 4,6 persen.
Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura pada Senin (25/5/2026) melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 1 persen secara kuartalan yang disesuaikan secara musiman pada periode Januari-Maret dibanding kuartal sebelumnya. Angka tersebut jauh di atas estimasi awal pemerintah yang memperkirakan kontraksi sebesar 0,3 persen.
MTI Singapura mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB tahun ini sebesar 2,0 persen hingga 4,0 persen, tetapi konflik di Timur Tengah telah secara signifikan meningkatkan risiko penurunan.
Konflik di Timur Tengah telah mengacaukan lintasan pertumbuhan dan inflasi global, sehingga ekspektasi suku bunga menjadi tidak menentu. Sebagai pusat perdagangan kecil yang bergantung pada ekonomi, Singapura sangat rentan terhadap gangguan rantai pasokan dan harga energi yang bergejolak.
Disebutkan, data inflasi inti Singapura pada Maret naik 1,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara data inflasi ini untuk April akan dirilis Senin sore ini. Para ekonom memperkirakan angka inflasi yang serupa untuk April.
Pertumbuhan ekonomi 6 persen kuartal pertama 2026 didukung oleh sektor jasa yang tumbuh lebih cepat dan menyumbang sebesar 72 persen dari PDB. Di dalam sektor jasa, segmen terpenting adalah: perdagangan grosir dan eceran menyumbang 18 persen dari total PDB; layanan bisnis 16 persen; keuangan dan asuransi 13 persen, transportasi dan penyimpanan 10 persen, serta informasi dan komunikasi 5 persen.
Sementara sektor industri yang menyumbang sisanya sebesar 28 persen dari total output. Manufaktur dan kontruksi masing-masing menyumbang 21 persen dan konstruksi 5 persen dari PDB. (Rif)