160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

CORE Indonesia Ungkap Dampak Hilirisasi Industri Nikel bagi Masyrakat Lokal

Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal saat menjelaskan perkembangan hilirisasi industri nikel di Indonesia di acara MediaMIND 2026.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Pertumbuhan hilirisasi industri nikel di Indonesia berkembang pesat, seiring mengucur deras investasi. Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia mengungkap dampaknya bagi daerah penghasil tambang nikel.

Executive Director CORE Indonesia, Mohammad Faisal, mengutarakan apresiasi atas terjadinya pergeseran pemanfaatan bijih nikel di Indonesia. Berdasarkan pengamatannya, di kisaran tahun antara 2021-2022, bijih nikel masih sebatas diolah menjadi produk antara (intermediate product) sebagai komponen bahan baku baja anti karat (stainless steel).

“Tapi, makin ke sini bijih nikel akan diproses hingga menjadi produk baterai untuk kendaraan listrik. Saya pikir, ini sesuatu yang perlu diapresiasi,” kata Faisal dalam acara MediaMIND 2026 yang dilaksanakan secara offline dan online di Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

Faisal cerita, dia diundang untuk mengikuti Third Regional Workshop: ASEAN Critical Minerals for Regional Resilience and Sustainable Growth, yang berlangsung di Singapura di bawah Kepemimpinan ASEAN Filipina pada 1–4 September 2026.

Di sela acara tersebut, Faisal sempat merekam pernyataan salah satu perwakilan dari Filipina. Secara lugas dia mengatakan bahwa Filipina sebenarnya ingin mengikuti langkah Indonesia di bidang hilirisasi industri nikel. Namun, diakuinya Filipina masih menemui pelbagai kendala, sehingga belum bisa mengikuti langkah Indonesia. Menurutnya, Indonesia terlalu besar dan sudah lebih dulu maju di industri ini.

Cerita menarik lainnya, tatkala Faisal diundang di beberapa acara diskusi global yang diselenggarakan di Afrika. Setiap kali perwakilan dari Indonesia hadir dalam dalam acara tersebut, ditangkap Faisal seperti dikasih karpet merah. Mereka menganggap Indonesia sebagai role model di sektor hilirisasi industri nikel.

Namun, di balik gegap gempita semangat memaksimalkan potensi bijih nikel, meningkatnya nilai investasi di sektor hilir, hingga apresiasi dari negara lain terhadap Indonesia, CORE mengamati masih ada kesenjangan ekonomi yang dialami masyarakat di daerah penghasil tambang nikel.

Faisal lantas mengebet catatan hasil penelitian CORE terhadap struktur ekonomi di dua daerah penghasil nikel, yaitu di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Kedua kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah itu hanya sebagai contoh daerah penghasil nikel.

“Kalau kita melihat dari struktur ekonomi di Morowali sama Morowali Utara. Struktur ekonominya dalam 10 tahun itu berubah.  Kalau dulu Morowali lebih daripada separuh berkembang sektor primer pertanian, sekarang sudah lebih dari 75 persen berkembang sektor industri. Sementara Morowali Utara, sebelumnya juga dominan berkembang sektor pertanian, sekarang berubah drastis ke sektor pertambangan,” jelas Faisal sambil memperlihatkan grafik perubahan struktur ekonomi Morowali dan Morowali Utara.

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN