Jakarta,corebusiness.co.id-Harga minyak mentah turun di bawah $100 per barel pada Rabu, 8 April 2026, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dengan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz secara segera dan aman.
Harga minyak mentah Brent turun $17,47, atau 16%, menjadi $91,80 per barel pada pukul 12.05 GMT. Harga minyak mentah WTI turun $20,33, atau 18%, menjadi $92,62 per barel.
Harga patokan diesel Eropa juga kontraksi sebesar $317,25, atau 20,8%, menjadi $1.210,50 per metrik ton.
Perubahan sikap Trump terjadi sesaat sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan luas terhadap infrastruktur sipilnya. Sekitar 20% dari pasokan minyak harian dunia melewati jalur air yang sempit tersebut.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi!” tulis Trump di media sosial setelah sebelumnya pada hari Selasa memposting kalimat bersayap bahwa seluruh peradaban akan mati malam ini, jika tuntutannya tidak dipenuhi Iran.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan, Iran akan menghentikan serangannya, jika serangan terhadapnya berhenti.
Menurut Abbas, kapal-kapal yang sempat transit diklaim akan aman melintasi Selat Hormuz, yang dimungkinkan dibuka selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.
Dikutip Reuters, Iran dapat membuka selat tersebut secara terbatas dan terkontrol pada hari Kamis atau Jumat menjelang pertemuan antara pejabat AS dan Iran di Pakistan. Hal itu dikatakan seorang pejabat senior Iran yang terlibat dalam pembicaraan tersebut kepada Reuters pada Rabu.
“Secara teori, pasokan minyak mentah dan produk olahan sebanyak 10 juta-13 juta barel per hari yang terperangkap di balik Selat Hormuz seharusnya sekarang dilepaskan secara bertahap,” kata analis di perusahaan pialang PVM Oil, Tamas Varga.
“Apakah status quo sebelum Maret akan dipulihkan sepenuhnya, bergantung pada apakah gencatan senjata dapat diubah menjadi perdamaian permanen selama negosiasi di Pakistan,” imbuhnya.
Perang AS-Israel dengan Iran menyebabkan kenaikan harga minyak mentah bulanan paling tajam dalam sejarah, lebih dari 50%.
“Masih ada ruang lingkup untuk penguatan premi geopolitik yang signifikan untuk masa mendatang berdasarkan detail perjanjian komprehensif,” kata analis Commonwealth Bank, Vivek Dhar, dalam sebuah catatan.
Trump mengatakan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang ia sebut sebagai dasar yang layak untuk bernegosiasi. Namun, menurut Vivek, kedua pihak masih jauh untuk mencapai kesepakatan definitif untuk perdamaian jangka panjang.
Ia mengatakan bahwa AS akan bekerja sama erat dengan Iran, termasuk akan membicarakan tentang keringanan tarif dan sanksi dengan Teheran. (Rif)