Jakarta,corebusiness.co.id–Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan nasional melalui ketersediaan dan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa hingga saat ini harga beras medium SPHP di seluruh wilayah masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Bulog terus memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani melalui keterangan resmi yang diterima corebusiness.co.id, Selasa (19/5/2026)
Program SPHP sendiri menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras nasional sekaligus menekan gejolak harga di pasar. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog juga terus memperkuat distribusi agar pasokan tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Per hari ini, penyaluran beras SPHP oleh Bulog sudah sebanyak 240 ribu ton ke berbagai daerah di Indonesia. Penyaluran tersebut terus dioptimalkan guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan cadangan pangan pemerintah dapat dimanfaatkan secara efektif untuk stabilisasi harga,” jelasnya.
Selain itu, Bulog juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, dan para pelaku usaha guna memastikan distribusi beras SPHP berjalan lancar dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
Melalui langkah tersebut, Bulog menegaskan komitmennya sebagai operator pangan pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan demi mendukung ketahanan pangan nasional.
Informasi yang disampaikan Dirut Bulog Ahmad Rizal sekaligus merespons pemberitaan terjadi kenaikan harga beras di 111 kabupaten/kota di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendag), Senin (18/5/2026).
Amalia mengungkapkan, kenaikan harga beras di berbagai daerah mulai dipicu oleh menipisnya stok pasokan beras lokal di pasar hingga naiknya harga dari distributor. Kondisi itu membuat harga beras di sejumlah wilayah mengalami kenaikan cukup tinggi pada April hingga minggu kedua Mei 2026. Beras rata-rata nasional Rp15.325 per kg. (Rif)