160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Sepuluh Langkah Antisipatif Menjaga Kesehatan di Musim Kemarau El Nino

Praktisi Kesehatan Masyarakat, Dr.dr. Ngabila Salama, M.K.M.
750 x 100 PASANG IKLAN

Langkah Antisipatif bagi Kesehatan

Sementara itu, Praktisi Kesehatan Masyarakat, Dr. dr. Ngabila Salama, M.K.M., mengatakan, fenomena El Nino memicu musim kemarau yang sangat panas dan kering, perlu diwaspadai karena dampaknya bukan hanya pada saluran pernapasan, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan.

Ngabila mengemukakan, paparan polutan seperti PM2.5 dapat menyebabkan iritasi mata dan tenggorokan, batuk, sesak, memperburuk asma/ISPA, dan pada paparan jangka panjang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta gangguan paru.

“Saat cuaca panas dan kering, konsentrasi polutan juga dapat lebih mudah meningkat sehingga tubuh menghadapi dua stresor sekaligus, yaitu panas dan polusi,” kata Ngabila kepada corebusiness.co.id, Kamis, 20 Agustus 2026.

Ia menyampaikan beberapa langkah antisipatif bagi setiap individu yang menjalankan aktivitas di luar rumah agar tetap memperhatikan aspek kesehatan.

Langkah-langkah antisipatif tersebut sebagai berikut:

Pertama, melakukan pemantauan kualitas udara sebelum beraktivitas dan pilih waktu ketika polusi lebih rendah.

Kedua, mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara buruk.

Ketiga, menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, terutama saat AQI/PM2.5 tinggi.

Keempat, perbanyak minum air putih dan jangan menunggu haus, terutama saat cuaca terik.

Kelima, menggunakan pelindung dari panas seperti payung/topi dan pakaian yang ringan.

Ketujuh, bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit paru/jantung, sebaiknya lebih membatasi paparan.

Kedelapan, bila muncul sesak berat, nyeri dada, pusing hebat, lemas, atau penurunan kesadaran, segera mencari pertolongan medis.

Kesembilan, pakai alat pelindung diri dari ujung kepala sampai dengan kaki: payung/topi, sunscreen, lipbalm, kacamata hitam, masker medis, pakaian putih/cerah untuk memantulkan cahaya, alas kaki.

Sepuluh, membawa tumbler dan minum sebelum haus, jika cuaca terik minum air putih 3-4 liter per hari. Minum sedikit-sedikit tapi sering, dan hindari aktivitas outdoor pukul 10.00-15.00.

“Intinya, bukan berarti masyarakat harus berhenti beraktivitas, tetapi aktivitas perlu disesuaikan dengan kualitas udara dan kondisi cuaca. Prinsipnya, pantau polusi, kurangi paparan, lindungi diri, dan tetap hidrasi,” pungkas Ngabila. (Rif)

 

 

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN