INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Kembali ke SME, ketika individu ingin memulai aktivitas bisnis biasanya membutuhkan dana, bisa berupa uang cash dan noncash. Untuk mendapatkan dukungan dana, kata Bianto, kreditur melakukan aktivitas transaksional pembiayaan melalui jasa layanan perbankan.
Untuk pengembangan usaha, MBI menyediakan berbagai fasilitas pinjaman lainnya. Lebih jauh lagi, ketika usahanya sudah maju, kreditur bisa mendapatkan fasilitas lain yang dibutuhkan. Hal ini merupakan bagian dari manajemen keuangan customer agar bisa terus berkelanjutan.
“Kelebihan MBI adalah melayani semua program pembiayaan bagi nasabah. Tujuannya supaya services yang diberikan kepada customer bisa dilakukan end to end atau menyeluruh,” ucapnya.
Karena, diungkapkan Bianto, kenyataannya ketika seseorang ingin memenej tingkat kesejahteraan hidupnya, biasanya dia tidak hanya mempunyai satu produk, tapi berbagai produk yang menjadi satu kesatuan menyeluruh. Kebutuhan produk tersebut berdasarkan jenjang tingkatan hidup seseorang, mulai dari sekolah, kuliah, bekerja atau wiraswasta, menikah, lalu mempunyai anak, dan seterusnya.
“Itulah yang ingin kami pastikan nasabah bisa terpenuhi semua kebutuhannya, sehingga kemampuan ekonominya seiring sejalan dengan services yang kita berikan. Ibaratnya, MBI ingin mendampingi setiap individu dalam setiap proses kehidupannya,” tegasnya.
Dalam konteks bisnis, masih menurut Bianto, MBI mempunyai layanan SME Plus—di atas kelas UKM. Tentunya layanan pembiayaan yang dibutuhkan segmen SME Plus berbeda dengan segmen SME—biasa.
“Itulah kelebihan lain MBI, di antaranya dengan adanya divisi Director of Community Financial Services. Pertimbangan dibentuknya divisi ini, MBI melihat para customer, baik segmen individu maupun korporasi sebagai satu kesatuan. Sehingga, ketika customer mempunyai peluang mengembangkan satu unit usaha baru, dia bisa mendapatkan layanan pembiayaan lainnya yang disediakan MBI,” pungkasnya. (Syarif)