160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

KSP Mendorong Pengembangan LTJ melalui Lima Pilar Utama

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memimpin Rapat Koordinasi Tata Kelola Ekspor Mineral Kritis Logam Tanah Jarang di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/7). Foto: dok. KSP
750 x 100 PASANG IKLAN

Guna mewujudkan sasaran tersebut, KSP mendorong strategi nasional pengembangan LTJ yang dijalankan secara simultan melalui lima pilar utama, yaitu penguatan regulasi dan tata kelola, pembangunan ekosistem industri dan teknologi pengolahan, penguatan aspek lingkungan dan keberlanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta penguatan diplomasi ekonomi global.

Ia menambahkan, dalam menjalankan agenda strategis ini, KSP bertindak sebagai delivery unit Presiden.

“Peran KSP bukan mengambil alih kewenangan Kementerian atau lembaga, melainkan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan baik, mengidentifikasi hambatan, memfasilitasi penyelesaian masalah, serta mempercepat pengambilan keputusan agar target hilirisasi nasional tercapai,” ucapnya.

Terpisah, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Industri Mineral (BIM), Julian Ambassadur Shiddiq mengungkapkan, selama ini hampir semua LTJ untuk kebutuhan dalam negeri masih impor. Padahal, kata dia, komponen LTJ sebenarnya ada di Indonesia. Karena itu, BIM sedang mencoba memanfaatkan dan memaksimalkan LTJ supaya bisa diproses di dalam negeri.

Julian juga mengakui, tantangan membangun industri hilir LTJ cukup berat, utamanya dalam hal akses teknologi untuk pemrosesan LTJ masih terbatas. Sekitar 80 hingga 90 persen teknologi untuk mengekstrasi LTJ dikuasai oleh Tiongkok.

Ia menyebutkan, untuk mendorong pemaksimalan LTJ, saat ini BIM sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengelolaan Logam Tanah Jarang, yang melibatkan kementerian terkait. Selain itu, BIM juga mendapat dukungan anggaran dari pemerintah, di untuk melakukan eksplorasi LTJ.

“Tahun ini cukup banyak wilayah yang dieksplorasi untuk mengetahui sumber daya dan cadangan logam tanah jarang, termasuk mineral strategis lainnya,” kata Julian kepada corebusiness.co.id, Selasa, 28 Juli 2026.

Kemudian, lanjutnya, BIM sedang menjajaki kerja sama dengan 13 negara dan 23 badan usaha untuk pengembangan teknologi ekstraksi LTJ di dalam negeri.

“Presiden Prabowo minta BIM mengembangkan industri logam tanah jarang dan mineral strategis lainnya, mulai dari tahap penambangan, produksi, pemurnian, hingga menciptakan industri manufaktur seperti magnet permanen dan bahan baku untuk industri pertahanan,” tutur Julian.

Produk-produk olahan dari LTJ tersebut, nantinya akan diserahkan BIM ke pemerintah untuk mendukung program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo. (Rif)

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN