
Tulus menekankan, dalam masa transisi selama satu bulan ke depan, pemerintah dan Pertamina harus merevisi kebijakan tersebut, jika terbukti tidak atau kurang efektif untuk mewujudkan subsidi tepat sasaran.
Dalam konteks untuk menerapkan subsidi tepat sasaran, menurutnya, masyarakat akan menerima kebijakan tersebut, tersebab memang distribusi dan penggunaan gas elpiji 3 kg banyak yang menyimpang, sekitar 30 persen.
YLKI juga mengimbau bagi masyarakat yang kategori mampu sebaiknya tidak menggunakan gas elpiji 3 kg, tetapi berpindah ke gas elpiji non subsidi.
“Karena memang LPG 3 kg peruntukannya untuk rumah tangga miskin. Atau, kalau sudah ada akses di lokasinya, bisa migrasi ke jaringan gas kota yang disediakan oleh PT PGN, yang harganya jauh lebih murah,” pungkasnya. (Rif)