160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Dirut IBC Memetakan Tren Teknologi dan Pasar Baterai Global

750 x 100 PASANG IKLAN

Aditya melanjutkan, dari jenis baterai, saat ini produsen baterai di dunia lebih banyak memproduksi lithium ferro phosphate (LFP). Sementara Indonesia, menurutnya, sedang bersemangat ingin memproduksi baterai berbasis nickel manganese cobalt (NMC).

Meski demikian, Aditya mengungkapkan, kebutuhan baterai tersebut menurut analisis pasar, yang data-datanya dimunculkan berdasarkan tren yang sedang berkembang saat ini. Karena itu, IBC melakukan teknik prediksi masa depan berbasis historis data (forecasting) tidak hanya dari sisi pasar tapi juga teknologi—dalam memproduksi jenis baterai.

IBC sendiri, dikatakan Aditya, untuk tahap awal dominan memproduksi baterai berteknologi LFP di pabrik baterai kendaraan listrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat. PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara IBC dan CBL, anak usaha produsen baterai terbesar asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL). Sementara produksi baterai NMC masih berada di bawah porsi LFP.

Komposisi tersebut terjadi karena fasilitas produksi material baterai untuk mendukung pengembangan NMC baru akan mulai dibangun pada tahun ini.

“Ke depan NMC itu diarahkan untuk high voltage yang kadar nikelnya lebih tinggi, seperti NMC 811 atau NMC 955, supaya bisa lebih discharge lebih cepat lagi, dan power density-nya bisa meningkat,” ucapnya.

IBC juga sedang mempertimbangkan untuk pengembangan ke arah single crystal NMC untuk meningkatkan stabilitasnya.

“Kita mengetahui bahwa NMC itu cocok untuk energi density yang sangat tinggi, sehingga dengan volume yang sama dia bisa storing energy (menyimpan energi) lebih banyak nanti dampaknya kalau dipakai di mobil, mobilnya lebih ringan dibandingkan yang menggunakan baterai LFP. Dengan pengembangan seperti single crystal NMC, nanti akan lebih lengkap. Jadi, masih terbuka ruang untuk pengembangan NMC ke depan,” jelasnya.

Pengembangan berikutnya, masih disampaikan Aditya, IBC akan menerapkan teknologi teknologi baterai sodium ion hingga teknologi baterai solid state.

“Baterai sodium ion nanti lebih banyak penggunaannya untuk BESS, yang sekarang dominan menggunakan LFP,” pungkasnya. (Syarif)

 

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN