160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

BMLN dan TNI AL Teken Kerja Sama Penggarapan Jagung di Cariu untuk Mendukung Kebutuhan Pakan

Koperasi Bumi Makmur Lestari Nusantara (BMLN) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III resmi menandatangani kerja sama penggarapan lahan di Cariu, Kabupaten Bogor, untuk pengembangan budidaya jagung yang diarahkan sebagai bahan baku pakan ternak.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id—Koperasi Bumi Makmur Lestari Nusantara (BMLN) dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III resmi menandatangani kerja sama penggarapan lahan di Cariu, Kabupaten Bogor, untuk pengembangan budidaya jagung yang diarahkan sebagai bahan baku pakan ternak.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Pendiri Koperasi BMLN Yosep Purnama dan Komandan Kodaeral III TNI Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026). Turut hadir Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor Entis Sutisna.

Dalam kerja sama ini, TNI AL melalui Kodaeral III berperan dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan lahan di Cariu. Sementara Koperasi BMLN menjadi bagian dari pengelolaan kegiatan usaha dan pengembangan agribisnis.

Dalam pelaksanaannya, Koperasi BMLN akan membangun kolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.

KDMP diharapkan dapat menjadi salah satu simpul kelembagaan ekonomi di tingkat desa dalam mendukung kegiatan pertanian, termasuk pengorganisasian masyarakat, distribusi sarana produksi, serta pengembangan kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan budidaya jagung.

Sementara masyarakat sekitar akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Keterlibatan masyarakat dapat mencakup berbagai tahapan, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, pascapanen, hingga kegiatan pendukung lainnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan lahan Cariu diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas jagung, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat dan desa.

Dari Lahan hingga Rantai Pasok Pakan

Jagung yang diproduksi dari lahan Cariu diarahkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku pakan ternak. Konsep ini memungkinkan terbentuknya rantai pasok yang lebih terintegrasi, mulai dari lahan produksi, masyarakat, KDMP, koperasi, pengelolaan pascapanen, distribusi, hingga pengguna akhir.

Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat kepastian penyerapan hasil, serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dan kelembagaan ekonomi desa.

Dengan demikian, program penggarapan lahan Cariu tidak berhenti pada kegiatan tanam dan panen, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem agribisnis jagung dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Bupati Bogor, Wakil Bupati Bogor, dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan menjadi bagian dari sinergi pembangunan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Bogor.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun model pengembangan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan ekonomi desa, kepastian pasar, dan keberlanjutan usaha.

Penggarapan lahan Cariu akan dilakukan secara bertahap dan terencana, mulai dari persiapan lahan, penyediaan sarana produksi, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen.

Dalam jangka panjang, pengembangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pemanfaatan lahan yang mengintegrasikan produksi pertanian, pemberdayaan masyarakat, koperasi, KDMP, dan kebutuhan sektor peternakan.

Pengembangan tersebut juga membuka peluang untuk membangun kegiatan lanjutan, seperti pengelolaan hasil panen, penyimpanan, distribusi, hingga integrasi dengan sektor peternakan dan industri pakan.

Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun kawasan pertanian yang produktif, terintegrasi, berbasis masyarakat, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (Rif)

 

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN