160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Diduga Malapraktik, Dokter di Klinik DBC dan UCB Dilaporkan ke MDP KKI

Jhon Saud Damanik, S.H., kuasa hukum Septifia Namerita, korban malapraktik operasi hidung (rhinoplasty).
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Septifia Namerita, seorang pasien rhinoplasty melalui kuasa hukum dari Law Office Jhon Saud Damanik & Partners mengadukan dokter Bayu dari klinik kecantikan Deliza Beauty Clinic (DBC) dan Urluxe Clinic By Za (UCB) dan ke Majelis Disiplin Profesi (MDP) Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Kamis (8/1/2026).

Sehari sebelumnya, Rabu (7/1/2026), Jhon Saud Damanik, S.H., telah melaporkan ke polisi dengan register Nomor: LP/B/152/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 7 Januari 2026, pukul 17.37 WIB, atas dugaan malapraktik.

“Berdasarkan informasi, Saudara Bayu bukanlah seorang yang berprofesi sebagai dokter spesialis, tetapi melakukan tindakan operasi bagian hidung terhadap klien kami. Namun, pascaoperasi hidung klien kami mengalami cukup parah,” ungkap Jhon Saud Damanik kepada corebusiness.co.id, Sabtu (10/1/2026).

Jhon menuturkan dasar dan alasan-alasan yang diajukan kliennya mengadukan dokter Bayu dan klinik DBC dan UCB ke MDP KKI. Diutarakan, kliennya merupakan pasien dari DBC yang sebelumnya telah melakukan perawatan dan operasi hidung di klinik tersebut.

750 x 100 PASANG IKLAN

Klien kami, kata Jhon, tertarik melakukan perawatan hidung di klinik utama, yakni DBC karena mendapatkan informasi dari media sosial TikTok oleh seseorang atas nama Santi Marianti. Dari biaya operasi sebesar Rp 24 juta, kliennya diminta untuk terlebih dahulu membayarkan down payment (DP) sebesar Rp 2 juta, apabila memang serius ingin melakukan perawatan ataupun operasi hidung.

Setelah kliennya membayar DP, selanjutnya diarahkan untuk berkomunikasi dengan admin klinik DBC untuk melakukan pengisian formulir dan penentuan tanggal pelaksanaan operasi, yang dilakukan pada 9 Maret 2024.

“Pada intinya hidung klien kami pun dioperasi oleh salah seorang dokter klinik utama DBC. Namun, pihak manajemen DCB tidak pernah diberitahu oleh siapa nama dokter yang akan melakukan operasi. Belakangan diketahui berdasarkan informasi dari beberapa orang dan admin klinik bahwa nama dokter yang melakukan tindakan operasi terhadap pengadu atas nama dokter Bayu,” terang Jhon.

Masalah muncul, pascatindakan operasi kliennya belum merasakan ada kejanggalan terhadap hidungnya. Setelah sepuluh hari pascaoperasi tersebut, kliennya mulai menemukan dan merasakan kemiringan pada bentuk hidungnya.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Karena khawatir terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, kliennya kemudian menghubungi salah seorang suster dari klinik DBC untuk memastikan penyebab kondisi tersebut. Lalu suster klinik DBC menyatakan biasa apabila memang masih bengkak seperti itu pascaoperasi,” imbuhnya.

Ternyata setelah satu bulan berlalu pascaoperasi, lanjut Jhon, kondisi hidung kliennya tetap saja miring dan di ujungnya terlihat berwarna merah. Selain itu masih dalam keadaan bengkak dan juga mulai mengeluarkan nanah. Bahkan kondisi tersebut terjadi sampai tiga bulan kemudian.

Di sisi lain akibat dari kondisi tersebut, kliennya juga mulai merasakan kesusahan bernafas. Karena belum ada perubahan, kliennya kembali menghubungi suster dari klinik DCB untuk meminta adanya perbaikan dan tindakan atas keadaan hidungnya. Kemudian, pada 29 September 2024, hidung kliennya kembali dioperasi untuk kedua kalinya di UCB.

“Meskipun telah dilakukan tindakan operasi kedua terhadap klien kami, ternyata hasilnya tetap sama saja dengan operasi pertama. Hidung klien kami tetap memerah dan menjadi sangat sensitif ketika disentuh. Bahkan setelah dicek, ternyata terdapat benang yang keluar dari ujung hidung dan juga mengeluarkan nanah,” paparnya.

750 x 100 PASANG IKLAN

Selanjutnya pada 8 Januari 2025, masih disampaikan Jhon, kliennya kembali ke klinik utama DBC untuk melakukan konsultasi sekaligus lepas implan sehubungan dengan adanya nanah yang keluar dari ujung hidungnya.

“Pada 19 Januari 2025, hidung klien kami sudah jelas terlihat cacat. Atas kondisi tersebut, ia kemudian menghubungi suster dari klinik utama Delliza untuk mempertanyakan penyebab dan juga cara mengatasi kondisi hidungnya tersebut. Adapun respon dari suster dari DBC, pada pokoknya menyatakan dan bahkan menjanjikan kalau hidung klien kami akan bagus dan lukanya akan hilang. Akan tetapi, faktanya sampai saat ini belum mengalami perubahan,” urai Jhon.

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !