160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Mentan Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, Pengamat Duga Penyebabnya

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Foto: dok. Humas Kementan
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id–Pernyataan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa sekitar 90 persen beras fortifikasi bermasalah, menjadi catatan penting bagi produsen beras tersebut.

Mentan Amran menegaskan adanya ketidaksesuaian pada mayoritas merek beras fortifikasi yang diperiksa melalui uji laboratorium. Dari sampel yang diuji, sekitar 90 persen ditemukan bermasalah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena beras yang seharusnya memberikan tambahan nilai gizi justru berpotensi membebani konsumen melalui harga yang lebih tinggi.

Amran mengatakan pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut. Namun, hasil uji laboratorium menunjukkan adanya persoalan serius pada produk yang dipasarkan dengan klaim fortifikasi.

“Masalahnya adalah sementara kita selidiki, tapi sesuai hasil lab, 90 persen yang kita cek fortifikasi melanggar. Bayangkan itu disampaikan bahwa fortifikasi, ini katanya beras bervitamin, ternyata tidak ada,” kata Mentan Amran dalam siaran pers, dikutip Rabu, 9 September 2026.

Menurut Amran, persoalan tersebut tidak berhenti pada ketidaksesuaian kandungan produk. Perbedaan harga yang tinggi antara beras fortifikasi dan beras biasa juga berpotensi memberikan beban tambahan kepada masyarakat.

“Yang berbeda pasaran kemarin, kita sementara cek. Tetapi, itu sangat merugikan rakyat karena mendongkrak naik harga. Bayangkan per kilo selisih 22 ribu. Selisih 20 ribu ini bukan harga keuntungan, tapi penipuan,” tegasnya.

Amran menilai, jika produk dengan klaim fortifikasi dijual jauh lebih mahal tetapi kandungan yang dijanjikan tidak sesuai, kondisi tersebut dapat menjadi persoalan serius bagi konsumen sekaligus berpotensi memberikan tekanan terhadap harga pangan.

“Ini jadi penyumbang inflasi. Sangat merugikan rakyat karena mendongkrak naik harga,” ujar Mentan Amran.

Mentan menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendalami temuan tersebut untuk memastikan apakah produk yang beredar telah memenuhi ketentuan, baik dari sisi kandungan fortifikasi maupun informasi yang disampaikan kepada konsumen.

“Pengawasan menjadi penting, karena beras merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Produk yang mencantumkan klaim tambahan zat gizi harus dapat memberikan manfaat sesuai dengan klaim dan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Terpisah, Pengamat Ekonomi Pertanian, Khudori menyampaikan bahwa beras fortifikasi saat ini sudah marak dijual retail modern. Beras fortifikasi kemasan 5 kilogram (kg) dilego Rp90 ribu sampai Rp95 ribu (Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kg) .

“Beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya vitamin dan mineral tertentu,” ujar Khodari kepada corebusiness.co.id, baru-baru ini.

Harga beras fortifikasi, kata Khudori, memang lebih mahal, misalnya jika dibandingkan beras premium dengan kemasan yang sama 5 kg seharga Rp 75 ribu.

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN