160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Dr. Kurtubi: Semua yang Terlibat Kasus Tambang Sekotong Harus Dihukum Berat

Dr. Kurtubi berlatar keindahan alam Pulau Lombok. Foto: corebusiness.co.id
750 x 100 PASANG IKLAN

Lombok,corebusiness.co.id–Mantan anggota Komisi VII DPR RI periode 2009-2014, Dr. Kurtubi, S.E., M.S.E., M.S.P., mengatakan bahwa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinobatkan Menjadi Tujuan Wisata Terbaik di Dunia tahun 2025 oleh situs panduan wisata Travel Lemming, mengungguli berbagai daerah global, termasuk Bali.

Selain itu, Kurtubi mengungkapkan, Lombok memiliki kandungan kekayaan sumber daya alam (SDA) mineral pertambangan emas yang sudah terbukti berhasil dieksplorasi.

Namun, dia menyangkan potensi SDA yang dimiliki Lombok saat ini dirusak oleh oknum dan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya adalah tindakan pertambangan ilegal yang dilakukan oleh penambang emas liar dari warga negara asing asal Cina.

Menurut KPK, kata Kurtubi, para penambang emas ilegal yang berasal dari Cina ini, telah berhasil menambang emas senilai lebih dari Rp 1,08 triliun tanpa membayar pajak dan royalti ke pemerintah.

“Selain itu, akibat penambangan liar ini terbukti telah merusak lingkungan hidup kehutanan di kawasan hutan milik negara di kawasan Sekotong, Lombok Barat,” ungkap Kurtubi melalui keterangan tertulis kepada corebusiness.co.id, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Putra kelahiran Lombok tersebut juga  menyoroti, hingga hari ini, belum mendengar kelanjutan dari langkah aparat penegak hukum, baik Kepolisian maupun Kejaksaan Tinggi yang mengusut tuntas pelanggaran yang sangat kasat mata.

“Harus ada pihak yang bertanggung jawab baik dari pemerintah pusat,  dalam hal ini Kementerian ESDM, maupun pejabat Pemerintah Daerah Lombok Barat yang terkesan membiarkan keberlangsungan penambangan liar yang berlangsung lebih dari tiga tahun menggunakan berbagai jenis alat berat, terpal, dan bahan kimia berjenis sianida serta mercury, yang sangat berbahaya dan didatangkan dari Cina,” ucapnya.

Dengan gamblang dia juga mendesak perkara ini harus diusut tuntas juga para pejabat yang diduga menerima sogokan, dan harus dihukum berat, seperti kasus serupa yang terjadi di Bangka Belitung.

Kurtubi mengemukakan bahwa Pulau Lombok adalah daerah pariwisata yang banyak disukai dan dikunjungi oleh turis manca negara. Selain kaya SDA berupa mineral tembaga dan emas.

Menurutnya, jika para pejabatnya jujur dan tidak korupsi, tidak menggunakan jabatannya untuk disogok, bukan mustahil Lombok akan menjadi salah satu daerah yang makmur di Indonesia.

“Lapangan kerja dari berbagai disiplin ilmu akan terbuka lebar, pembangunan infrastruktur pelabuhan, pembangkit listrik bersih dari energi baru dan terbarukan (EBT), termasuk energi nuklir untuk PLTN, jika dimaksimalkan akan mendukung hilirisasi tambang tembaga dan emas di Dompu dan Sumbawa Barat,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Pulau Lombok memiliki potensi di sektor perikanan.

“Sektor perikanan Lombok sangat potensial dikembangkan untuk industri periklanan lobster,” tukasnya seraya menambahkan pembangunan di Lombok harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur jalan raya, sekolah, rumah sakit, sarana dan fasilitas publik lainnya. (Rif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN