Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id-Tesla dan beberapa produsen mobil lainnya akan menarik kembali sekitar 4,3 juta kendaraan di Cina. Mereka akan melengkapi sistem keamanan pintu kendaraan, seiring Beijing akan melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi.
Tahun ini, Beijing telah meningkatkan pengawasan terhadap industri kendaraan listrik dan memperkenalkan persyaratan keselamatan yang lebih ketat, seiring dengan para produsen mobil terlibat dalam perang harga yang sengit, meluncurkan teknologi di pasar kendaraan terbesar di dunia. Termasuk teknologi gagang pintu tersembunyi (seamless door handle) pada kendaraan.
Namun, tren desain mobil modern dengan gagang pintu tersembunyi akan segera berakhir di pasar otomotif Cina. Desain yang dipopulerkan oleh Tesla ini diadopsi secara luas oleh produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) domestik China. Meskipun fitur ini memberikan kesan futuristik dan estetika yang mulus, Pemerintah Cina menilai desain tersebut menyimpan risiko keselamatan yang signifikan bagi penumpang.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok secara resmi merilis standar nasional wajib berkode GB 48001-2026 bertajuk “Persyaratan Teknis Keselamatan Gagang Pintu Otomotif”. Regulasi ketat ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2027. Inti dari aturan ini adalah kewajiban setiap pintu kendaraan memiliki mekanisme pembukaan manual baik dari luar maupun dalam untuk menghadapi situasi darurat seperti kecelakaan atau kebakaran.
Berdasarkan data per April 2025 menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari 100 mobil listrik (New Energy Vehicles) yang beredar di Cina menggunakan gagang pintu tersembunyi. Namun, kepopuleran ini dibayangi oleh laporan insiden di mana pintu gagal terbuka saat mobil kehilangan daya listrik setelah tabrakan hebat. Selain itu, sistem elektronik sering kali macet saat cuaca ekstrem, seperti membeku di musim salju.
“Dalam kecelakaan lalu lintas yang serius, jika kabel internal kendaraan rusak, gagang pintu tidak bisa dibuka. Selain itu, pegangan pintu tersembunyi mengandalkan listrik untuk beroperasi dan bila baterai mobil kehabisan daya. Hal ini langsung menyebabkan pegangan pintu tidak terbuka, sehingga menghambat penyelamatan dan pelarian,” ungkap anggota komite ahli Asosiasi Dealer Mobil China, Zhang Hong.
Pemerintah Cina menetapkan tiga kriteria wajib yang harus dipenuhi oleh seluruh pabrikan otomotif mulai tahun 1 Januri 2027. Pertama, Aksesibilitas Tangan. Gagang pintu luar harus memiliki ruang minimal berukuran 60×25×20 mm agar tangan dapat menjangkau dengan mudah. Aturan ini otomatis menghapus desain yang benar-benar rata dengan bodi mobil.
Kedua, Mekanisme Manual saat Listrik Padam. Kendaraan wajib memiliki perangkat pembuka kunci darurat mekanis. Pintu harus tetap bisa dibuka secara manual meskipun sistem elektronik lumpuh total.
Ketiga, Ketangguhan di Kondisi Ekstrem. Pintu harus tetap fungsional dan dapat dibuka secara manual dalam skenario terburuk, seperti pascatabrakan, suhu rendah yang membekukan, hingga insiden kebakaran.
Produsen mobil AS, Tesla, seperti diberitakan Reuters, tidak segera menanggapi permintaan komentar, sementara Geely dan Xpeng menolak berkomentar. Xiaomi mengatakan tidak memiliki informasi tambahan selain pemberitahuan peraturan tersebut.
Sementara Leapmotor mengatakan pihaknya berkomitmen pada keselamatan. Peningkatan tersebut, kata mereka, hanya melibatkan label peringatan dan peningkatan perangkat lunak kontrol jendela daya. Peningkatan keselamatan tersebut akan mereka ajukan sesuai dengan proses penarikan kembali, sebagai rasa tanggung jawab kepada pengguna produk-produk kendaraannya.