160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

OJK: Pembiayaan UMKM Capai Rp1.948,72 Triliun Didominasi Sektor Perbankan

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya di UMKM Finance Summit. Foto: dok. Infobanknews.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Juni 2026, total pembiayaan UMKM lintas sektor mencapai Rp1.948,72 triliun, tumbuh sebesar 2,18 persen year on year (yoy). Porsi pembiayaan UMKM masih didominasi sektor perbankan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, perkembangan pembiayaan UMKM didukung oleh seluruh sektor jasa keuangan dengan sektor pasar modal tumbuh 12,25 persen year on year, sektor Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) tumbuh 7,03 persen yoy, dan sektor perbankan tumbuh 1,21 persen yoy.

Pada periode yang sama, disebutkan Friderica, porsi pembiayaan UMKM masih didominasi oleh sektor perbankan, sebesar 82,44 persen, diikuti oleh PVML sebesar 17,50 persen dan pasar modal sebesar 0,06 persen. Sementara itu, pada Juni 2026, kredit UMKM perbankan mencapai angka Rp1.519,35 triliun.

Friderica menyatakan, pengembangan ekosistem dan pembiayaan UMKM merupakan salah satu program utama OJK, termasuk memperluas akses pembiayaan antara lain melalui implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (POJK UMKM) yang menyederhanakan proses pembiayaan kepada UMKM.

Komitmen OJK untuk mendorong ekosistem dan pembiayaan UMKM tersebut tidak hanya melibatkan sektor perbankan, tetapi juga seluruh sektor jasa keuangan untuk memberikan dukungan yang semakin luas bagi pengembangan UMKM Indonesia.

Menurutnya, penguatan sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam pengembangan UMKM mengingat pemerintah, kementerian/lembaga, dan industri jasa keuangan, telah memiliki berbagai kebijakan dan program untuk mendukung UMKM.

“Konektivitas berbagai program tersebut perlu semakin terhubung untuk memperkuat akses pembiayaan yang inklusif dan inovatif serta mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas,” kata Friderica dalam sambutan pembukaan UMKM Finance Summit 2026 yang digelar OJK di Jakarta, Selasa, dikutip melalui siaran pers.

Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, OJK akan menginisiasi pembentukan satuan tugas atau working group bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian UMKM, dan kementerian/lembaga terkait, serta industri jasa keuangan, untuk semakin mempercepat dan meningkatkan efektivitas pembiayaan UMKM.

OJK memandang tantangan pengembangan UMKM tidak hanya terkait ketersediaan pembiayaan, tetapi juga keterhubungan berbagai komponen dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Sejumlah UMKM masih menghadapi keterbatasan kapasitas dan legalitas usaha, pencatatan keuangan, informasi pasar, serta keterhubungan dengan rantai pasok. Karena itu, dia menekankan, pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas, pendampingan, akses pasar, dan digitalisasi sesuai dengan siklus serta karakteristik usaha. (Gaska)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN