160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

Penyesuaian Harga Avtur Mulai 1 Juni: Rata-Rata Turun 10 Persen

Ilustrasi: Pesawat sedang melakukan pengisian avtur di bandara. Foto: dok. Pertamina Patra Niaga
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga avtur domestik yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2026.

Penyesuaian harga dilakukan dengan penurunan hingga sekitar 10 persen di bandar udara seluruh Indonesia, seiring dengan dinamika harga energi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Secara rata-rata nasional, harga avtur pada Juni 2026 turun hingga 10 persen dibandingkan periode Mei 2026. Sebagai contoh, harga avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno-Hatta (CGK) turun dari Rp24.580 per liter menjadi Rp22.190 per liter. Sementara itu, harga avtur di AFT Ngurah Rai (DPS) turun dari Rp26.190 per liter menjadi Rp23.480 per liter, dan di AFT Kualanamu (KNO) turun dari Rp25.720 per liter menjadi Rp23.090 per liter.

Besaran penurunan di setiap bandara bervariasi sesuai formula yang berlaku serta mempertimbangkan faktor distribusi dan logistik.

750 x 100 PASANG IKLAN

Penyesuaian harga Avtur dilakukan secara berkala setiap bulan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Perhitungannya mengacu pada rata-rata (average) harga publikasi internasional dalam satu periode dengan referensi utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet sebagai benchmark kawasan.

Sepanjang Mei 2026, harga energi global menunjukkan tren penurunan yang kemudian terefleksikan pada harga avtur periode Juni 2026.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengatakan bahwa penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari mekanisme yang transparan dan mengikuti dinamika pasar energi global.

“Penyesuaian harga Avtur ini dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan regulator, dalam hal ini Kementerian ESDM, serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global. Ketika harga energi global bergerak turun, maka penyesuaian tersebut akan terefleksikan pada harga avtur sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Roberth dikutip pertaminapatraniaga.com, pada Senin, 1 Juni 2026.

750 x 100 PASANG IKLAN

Roberth menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keseimbangan antara aspek komersial, keberlanjutan pasokan, dan keandalan layanan kepada seluruh pengguna jasa aviasi.

“Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik, mendukung pengembangan pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan harga yang lebih kompetitif, diharapkan industri penerbangan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucapnya.

Untuk segmen penerbangan internasional, harga avtur mengikuti perkembangan pasar dan tingkat kompetisi di kawasan regional guna menjaga daya saing nasional, dengan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan penerbangan domestik sebagai prioritas dalam pengelolaan pasokan energi penerbangan.

Saat ini Pertamina Patra Niaga melayani kebutuhan avtur nasional melalui 72 Aviation Fuel Terminal (AFT) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk bandara-bandara utama strategis maupun bandara perintis.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan avtur tetap dalam kondisi aman dan andal di seluruh jaringan Aviation Fuel Terminal guna mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional,” pungkas Roberth.

Ke depan, disampaikan Roberth, Pertamina Patra Niaga akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah guna memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan dalam mendukung konektivitas udara nasional. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !