INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id–PT Pertamina Patra Niaga kembali mengimpor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Freeport, Texas, Amerika Serikat (AS) sekitar 45,9 ribu metrik ton. Pengiriman ke Indonesia menggunakan armada Pertamina Gas 1 (PG1).
Muatan yang diangkut Pertamina Gas 1 terdiri atas sekitar 23 ribu metrik ton Propane dan 22,8 ribu metrik ton Butane. Impor LPG tersebut untuk pengadaan pasokan nasional.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bahwa ketahanan energi merupakan fondasi penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat keandalan rantai pasok energi melalui diversifikasi sumber pasokan, optimalisasi infrastruktur logistik, serta distribusi yang tepat waktu dan berkelanjutan.
“Di tengah dinamika energi global, menjaga keandalan pasokan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi,” kata Kitty dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (14/7/2026).
Kedatangan Pertamina Gas 1, kata dia, menjadi wujud nyata komitmen Pertamina Patra Niaga dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Muatan LPG yang dibawa Pertamina Gas 1 setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG 3 kilogram. Tiba di Indonesia, sekitar 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten dan sekitar 19,9 ribu metrik ton akan dibongkar di Terminal LPG Arun, Aceh. Pasokan tersebut selanjutnya akan memperkuat stok nasional sebelum didistribusikan melalui jaringan infrastruktur Pertamina Patra Niaga sesuai kebutuhan guna menjaga keandalan pasokan LPG bagi masyarakat.
Pertamina Gas 1 bertolak dari Freeport (US FPO), Texas, Amerika Serikat, pada 29 Mei 2026 dan menempuh pelayaran lintas samudra menuju Indonesia dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional. Pengiriman ini, menurut Kitty, mencerminkan kapabilitas Pertamina Patra Niaga dalam mengelola rantai pasok energi global secara profesional sehingga pasokan LPG dapat tiba sesuai jadwal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional. (Gaska)