160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
750 x 100 PASANG IKLAN

AI untuk Wartawan dan Media

Ilustrasi: Wartawan sedang melakukan penelusuran informasi melalui AI.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Lebih dari 50 buku karya Onno Wibowo Purbo sudah dipublikasikan. Tahun 2026 ini, pria kelahiran 17 Agustus 1962, yang dikenal sebagai seorang ilmuan dan pakar bidang teknologi informasi, mempublikasikan buku terbaru berjudul: “AI untuk Wartawan dan Media”.

Selain pakar, Onno juga dikenal sebagai penulis, pendidik, dan pembicara seminar.  Saat ini, ia menjabat rektor di Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS).

Buku “AI untuk Wartawan dan Media” disusun untuk membantu jurnalis memahami perubahan besar yang sedang terjadi di dunia media. Artificial intelligence (AI) bukan lagi sekadar alat bantu menulis cepat, tetapi telah menjadi bagian dari proses riset, verifikasi, analisis dokumen, pemetaan isu, penulisan, dan kerja redaksi modern.

Namun, buku ini menegaskan satu prinsip penting: AI tidak boleh menggantikan nurani, keberanian, akurasi, dan tanggung jawab wartawan. Onno berpandangan, teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi kebenaran tetap harus dibuktikan melalui sumber primer, dokumen, wawancara, verifikasi, dan kepentingan publik.

750 x 100 PASANG IKLAN

Onno mengungkapkan, dulu, kekuatan wartawan ada pada akses, yaitu akses ke narasumber, ruang redaksi, arsip, dan jaringan informasi. Di era digital, akses itu berubah. Informasi menjadi cepat, terbuka, dan berlimpah. Kini, di era AI, tantangannya bukan lagi sekadar mencari informasi, tetapi menyaring, memverifikasi, memahami pola, dan menjelaskan makna informasi dengan cepat.

Ia menyebutkan, AI membuat pekerjaan jurnalistik berubah dalam tiga lapis. Lapis pertama, kecepatan kerja meningkat. Transkripsi, ringkasan dokumen, pencarian pola, dan penyusunan outline bisa dilakukan lebih cepat.

Lapis kedua, volume informasi membesar. Wartawan dapat membaca ratusan halaman dokumen, arsip berita, atau data publik dengan bantuan AI. Lapis ketiga, risiko kesalahan ikut membesar. AI dapat membuat jawaban yang tampak rapi, tetapi salah, tidak lengkap, atau tidak punya sumber kuat.

Karena itu, Onno menekankan, pertanyaan utama bagi wartawan bukan: “Apakah AI bisa   menulis berita?” Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Bagaimana AI membantu wartawan menemukan fakta yang lebih kuat, lebih cepat, dan lebih bertanggung jawab?”

750 x 100 PASANG IKLAN

Dalam buku ini, penerima Postel Service Award dari Internet Society ini, juga menjabarkan beberapa peluang AI bagi wartawan. Namun demikian, peluang ini datang bersama risiko serius, antara lain hallucination, bias, manipulasi visual, deepfake, disinformasi, pencemaran nama baik, kebocoran data pribadi, serta melemahnya tanggung jawab redaksi bila wartawan terlalu percaya pada mesin.

Karena itu, buku ini tidak mengajarkan AI sebagai jalan pintas menulis berita, melainkan sebagai alat bantu berpikir, bertanya, memeriksa, dan membuktikan. Wartawan diarahkan untuk membangun pertanyaan tajam, menggunakan OSINT secara legal dan etis, membaca jejak digital, menyusun peta aktor, membuat kronologi investigasi, membangun evidence table, melakukan deep analysis, membaca framing dan narasi publik, serta menulis artikel yang jelas, berbukti, berani, tetapi adil.

Kesimpulan strategisnya, ditegaskan Onno, AI tidak menggantikan wartawan. AI hanya memperbesar kualitas atau keburukan jurnalisme tergantung disiplin redaksi. Jurnalis yang menang bukan yang paling otomatis, tetapi yang paling tajam, paling akurat, paling etis, dan paling bertanggung jawab kepada publik.

Toh, Onno tetap mencantumkan disclaimer: buku ini disusun untuk tujuan edukasi, dokumentasi, dan refleksi publik berdasarkan sumber-sumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Sebagai penulis, Onno telah berupaya menjaga akurasi, namun sangat mungkin masih terdapat kekurangan atau kekeliruan. Karena itu, buku ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya rujukan yang final, dan penulis terbuka terhadap koreksi serta masukan yang membangun. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !