160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Insting Menteri Bahlil Eksekusi Program Energi Presiden Prabowo

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat memaparkan Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Kementerian ESDM.
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memiliki insting yang kuat dalam memahami keinginan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa mencapai swasembada energi. Laporan Eye on the Market yang dikeluarkan JP Morgan Asset Management–secara tidak langsung–sebagai pertanda Bahlil telah mengeksekusi program-program strategis energi Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo telah menggaungkan target swasembada dan ketahanan energi di dalam negeri  saat pidato perdana Beliau sebagai Presiden RI 2024-2029 di gedung DPR/MPR RI, pada 20 Oktober 2024.

Prabowo menekankan komitmen menjalankan amanah untuk seluruh rakyat. Ia juga mengatakan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya ingin mewujudkan swasembada pangan, pemberantasan korupsi, serta memperkuat hilirisasi ekonomi.

Bicara energi, maka sudah masuk ke ranah tupoksi Kementerian ESDM, yang dinahkodai Bahlil Lahadalia.

750 x 100 PASANG IKLAN

Sebagai Menteri ESDM, Bahlil memiliki tugas merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang energi dan sumber daya mineral (minyak, gas, batu bara, listrik, EBT, dan geologi) untuk membantu Presiden Prabowo. Fokus utamanya meliputi pengelolaan, hilirisasi, dan optimalisasi lifting energi, serta pengawasan sektor energi.

Bagi Bahlil, sektor ESDM berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi untuk mendukung stabilitas ekonomi dan pertahanan negara.

Tak bergeser dari tugas mengurusi energi, Presiden Prabowo menambah tugas kepada Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, terhitung 3 Januari 2025, dan Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sejak 28 Januari 2026.

Tak ingin dinilai hanya pandai berteori, satu per satu Bahlil mengeksekusi  program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo di sektor energi.

750 x 100 PASANG IKLAN

Alhasil, di masa tahun kedua menahkodai Kementerian ESDM, kinerja Bahlil mendapat pengakuan dari JP Morgan. Baru-baru ini, JP Morgan Asset Management mengumumkan laporan Eye on the Market. Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi dunia. Indonesia tercatat menempati posisi kedua, di bawah Afrika Selatan. Di posisi ketiga ditempati Tiongkok.

Bahlil menyebarkan prestasi yang diraih Indonesia di bidang ketahanan energi berdasarkan laporan JP Morgan, saat acara Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Bogor, Rabu, 29 April 2026.

Pada arahannya tersebut, Bahlil menyampaikan prestasi Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia, meski dinamika kondisi geopolitik global saat ini memengaruhi pasokan energi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

“Di tengah kondisi geopolitik global saat ini memengaruhi pasokan energi di berbagai belahan dunia, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto yang notabene-nya adalah alumni TNI, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi,” ujar Bahlil.

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan Eye on the Market JP Morgan, Indonesia dianggap sebagai negara yang tahan krisis energi yang terjadi saat ini karena produksi domestik minyak dan gas bumi (migas) yang cukup besar.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Ketahanan terhadap krisis juga disebabkan produksi dan cadangan batu bara Indonesia yang masih dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain itu, potensi energi baru dan terbarukan yang besar di seluruh wilayah Indonesia juga mampu menopang kemandirian energi Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut Bahlil menyampaikan, dari subsektor migas ketahanan energi didukung oleh pencapaian lifting minyak Indonesia pada 2025 yang mencapai target APBN sebesar 605 ribu barel per hari (bph). Tahun ini target ditingkatkan menjadi 610 ribu bph. Untuk meningkatkan produksi lifting, pemerintah mendorong optimalisasi produksi melalui teknologi lanjutan, reaktivasi sumur idle, dan eksplorasi potensi migas di Indonesia Timur.

Temuan terbaru, kata dia, hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, mengungkap adanya potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat. Temuan ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal yang dioperasikan ENI dan Sinopec.

“Satu tahun setengah kita melakukan eksplorasi, kita dapat lagi gas di Kalimantan Timur, namanya Geliga. Itu 5 TCF, 5 triliun mm. Dengan mendapatkan 300 juta kondensat, ekuivalen dengan 375 juta barel minyak. Ini akan produksi di 2028-2029,” jelasnya.

Tak hanya lifting migas, pemerintah juga terus berupaya untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM), melalui pengembangan Biodiesel 50% (B50), yang ditargetkan akan diimplementasikan secara nasional pada 1 Juli 2026 mendatang. Hal ini, menurut Bahlil, akan berdampak signifikan pada pengurangan impor BBM nasional.

“Kebutuhan kita, BBM solar, pada tahun 2026, itu kita butuh kurang lebih sekitar 40 juta kiloliter. Dari 40 juta kiloliter ini, kita dengan B40 dan B50, alhamdulillah mulai tahun 2026, tidak lagi kita melakukan impor solar pertama sejak Republik ini berdiri. Dari solar kita sudah tidak impor,” ucapnya optimis.

Upaya pengurangan impor juga dilakukan untuk LPG, dengan mencari berbagai substitusi, di antaranya dimetil eter (DME) dan compressed natural gas (CNG) yang saat ini sedang dikaji pemerintah.

Bahlil menyebutkan, CNG sudah banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri, seperti perhotelan, restoran, dan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), yang bahan bakunya diperoleh dari dalam negeri. (Syarif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !