Jakarta,corebusiness.co.id-Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memiliki insting yang kuat dalam memahami keinginan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa mencapai swasembada energi. Laporan Eye on the Market yang dikeluarkan JP Morgan Asset Management–secara tidak langsung–sebagai pertanda Bahlil telah mengeksekusi program-program strategis energi Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo telah menggaungkan target swasembada dan ketahanan energi di dalam negeri saat pidato perdana Beliau sebagai Presiden RI 2024-2029 di gedung DPR/MPR RI, pada 20 Oktober 2024.
Prabowo menekankan komitmen menjalankan amanah untuk seluruh rakyat. Ia juga mengatakan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya ingin mewujudkan swasembada pangan, pemberantasan korupsi, serta memperkuat hilirisasi ekonomi.
Bicara energi, maka sudah masuk ke ranah tupoksi Kementerian ESDM, yang dinahkodai Bahlil Lahadalia.
Sebagai Menteri ESDM, Bahlil memiliki tugas merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis di bidang energi dan sumber daya mineral (minyak, gas, batu bara, listrik, EBT, dan geologi) untuk membantu Presiden Prabowo. Fokus utamanya meliputi pengelolaan, hilirisasi, dan optimalisasi lifting energi, serta pengawasan sektor energi.
Bagi Bahlil, sektor ESDM berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi untuk mendukung stabilitas ekonomi dan pertahanan negara.
Tak bergeser dari tugas mengurusi energi, Presiden Prabowo menambah tugas kepada Bahlil sebagai Ketua Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, terhitung 3 Januari 2025, dan Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) sejak 28 Januari 2026.
Tak ingin dinilai hanya pandai berteori, satu per satu Bahlil mengeksekusi program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo di sektor energi.
Alhasil, di masa tahun kedua menahkodai Kementerian ESDM, kinerja Bahlil mendapat pengakuan dari JP Morgan. Baru-baru ini, JP Morgan Asset Management mengumumkan laporan Eye on the Market. Laporan tersebut menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi dunia. Indonesia tercatat menempati posisi kedua, di bawah Afrika Selatan. Di posisi ketiga ditempati Tiongkok.
Bahlil menyebarkan prestasi yang diraih Indonesia di bidang ketahanan energi berdasarkan laporan JP Morgan, saat acara Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Bogor, Rabu, 29 April 2026.
Pada arahannya tersebut, Bahlil menyampaikan prestasi Indonesia yang dinilai sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik kedua di dunia, meski dinamika kondisi geopolitik global saat ini memengaruhi pasokan energi di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
“Di tengah kondisi geopolitik global saat ini memengaruhi pasokan energi di berbagai belahan dunia, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto yang notabene-nya adalah alumni TNI, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi,” ujar Bahlil.