Sebagai anggota Dewan Komisaris, tugas utama Fadil Imran adalah melakukan pengawasan secara umum maupun khusus terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan perusahaan, serta memberikan nasihat kepada direksi beserta anak perusahaan holding. Hal ini tertulis dalam Pasal 33 ayat (3) Peraturan Menteri BUMN Nomor 19 Tahun 2021 tentang Tata Tertib dan Mekanisme rapat Dewan Komisaris dan Direksi BUMN.
MIND ID sebagai perusahaan yang mengelola, mengeksplorasi, mengembangkan, dan berinovasi kekayaan mineral dan batubara di Indonesia, punya anak perusahaan, yaitu PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, PT Freeport Indonesia (PTFI), PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), dan PT Timah Tbk, PT Vale Indonesia Tbk, PT Indonesia Papua Metal Mineral, dan PT MIND ID Trading.
Bisnis yang dijalankan anak-anak perusahaan MIND ID, yaitu Antam fokus ekspor pemasaran pertambangan dan logam. Perusahaan ni punya komoditas pertambangan berupa bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, dan batubara. PTBA fokus pada pertambangan batubara. PTFI melakukan aktivitas tambang dan pengelolaan bijih nikel berpenghasil konsentrat yang kaya kandungan tembaga, emas, dan perak.
Berikutnya, Inalum berfokus pada produksi alumunium. Timah fokus pada pertambangan, industri, perdagangan, transportasi, dan jasa timah. Vale Indonesia mengelola area pertambangan dan pengolahan nikel. Indonesia Papua Metal Mineral merupakan kepemilikan penuh untuk pengelolaan mineral. Sementara MIND ID Trading menangani lini pemasaran dan perdagangan produk hasil tambang.
Fadil Imran yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 punya pengalaman luas di bidang reserse, linier dengan tugasnya sebagai komisaris di MIND ID: melakukan pengawasan serta memberikan nasihat kepada direksi beserta anak perusahaan holding.
Selain memiliki rekam kepemimpinan di Polri, Fadil Imran merupakan keturunan langsung dari Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Manguntungi Tumapa’risi’ Kallona. Dua anak perempuannya, Wulan Purnamasari dan Farah Puteri Nahlia, turut dikenal publik.
Farah Puteri Nahlia tercatat sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Jawa Barat IX. Pada Pemilu 2024, Farah yang bertugas di Komisi I DPR RI berhasil mempertahankan kursinya untuk periode kedua (2024–2029) dengan raihan 146.014 suara.
Sementara kedua adik kandungnya, berhasil terpilih sebagai kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024, yakni Sitti Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa dan Mohammad Firdaus Daeng Manye sebagai Bupati Takalar. (Rif)