Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Mengandalkan Sejarah, Memiliki Batas
Namun, menurut Kepala Desain Renault Group Laurens van den Acker, strategi ini memiliki batas. Meskipun kembali ke gaya retro berpotensi di Eropa, di mana keluarga sering kali tetap setia pada model dan desain tertentu selama beberapa generasi, hal itu mungkin tidak akan berhasil di tempat lain, atau selamanya.
“Ikon tidak abadi, mereka memiliki momen kejayaannya,” katanya, menambahkan bahwa produsen mobil perlu mengidentifikasi peluang yang tepat karena ikon suatu generasi dapat digantikan oleh ikon generasi lainnya.
Beberapa upaya sebelumnya memiliki keberhasilan yang terbatas. Minat awal yang kuat pada mikrobus listrik ID. Buzz milik Volkswagen di awal dekade ini memudar karena konsumen AS keberatan dengan harga dan jarak tempuhnya.
Beetle, desain klasik abad ke-20 yang melampaui asal-usulnya di era Nazi melalui budaya tandingan tahun 1960-an, tidak pernah masuk ke era kendaraan listrik. Volkswagen menghentikannya pada tahun 2019 karena selera konsumen bergeser ke arah SUV.
“Kita tidak boleh berpuas diri dengan sejarah kita.Kita harus unggul dalam teknologi yang kita butuhkan untuk masa depan,” kata Mindt dari Volkswagen, seraya menekankan pentingnya fitur-fitur seperti pengisian daya cepat dan pengemudian otonom.
Tarif Tambahan EV Tiongkok
Masing-masing produsen EV di Eropa sedang berpikir keras supaya produk-produknya diterima konsumen. Selain bersaing dengan produk EV lokal, mereka juga menghadapi persaingan dengan produk-produk EV Tiongkok yang membanjiri pasar Eropa.
Pada tahun 2024, Uni Eropa (UE) telah memberlakukan tarif tambahan pada EV buatan Tiongkok setelah penyelidikan menunjukkan bahwa subsidi dari Pemerintah Tiongkok memberi keuntungan yang tidak adil bagi produsen negara tersebut dan merugikan industri otomotif Eropa.
Tarif baru ini menjadi kontroversial dan menuai keberatan dari beberapa negara, terutama Jerman dan Hungaria, yang khawatir kebijakan ini dapat memicu perang dagang dengan Tiongkok.
Mengutip AFP, Komisaris Perdagangan UE Valdis Dombrovskis menyatakan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan adanya persaingan yang adil di pasar otomotif.
“Kami menyambut kompetisi, termasuk di sektor kendaraan listrik, tetapi harus didasari oleh prinsip keadilan dan persaingan yang seimbang,” ujar Dombrovskis.