160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Strategi UE Bersaing dengan Produk EV Tiongkok

Citroën memperkenalkan konsep versi listrik dari 2CV klasiknya dan menargetkan penjualan pada 2028. Foto: Ist
750 x 100 PASANG IKLAN

Penyelidikan UE menemukan bahwa subsidi besar-besaran yang diberikan oleh Pemerintah Tiongkok kepada perusahaan mobil listriknya membuat harga mereka jauh lebih murah dibandingkan dengan produksi di Eropa.

Tarif tambahan yang diberlakukan mulai Rabu,30 Oktober 2024, akan berlaku selama lima tahun ke depan dan mengharuskan semua mobil listrik buatan Tiongkok, termasuk yang diproduksi oleh perusahaan asing seperti Tesla, membayar tarif tambahan yang bervariasi.

Geely, perusahaan otomotif besar Tiongkok, terkena tarif tambahan sebesar 18,8 persen, sementara SAIC menghadapi tarif tertinggi sebesar 35,3 persen.

Namun, keputusan ini tidak sepenuhnya didukung oleh mayoritas negara anggota UE. Walau ada oposisi dari negara-negara seperti Jerman, suara tersebut tidak cukup untuk menggagalkan kebijakan ini.

Presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) Hildegard Mueller, memperingatkan bahwa langkah ini dapat berdampak negatif pada perdagangan bebas global dan pertumbuhan di Eropa.

Volkswagen, yang sedang menghadapi kompetisi ketat dari produsen Tiongkok, ketika itu menilai tarif tambahan ini tidak akan meningkatkan daya saing industri otomotif Eropa dan malah bisa mengganggu kestabilan ekonomi.

Produsen EV Tiongkok tak kehabisan akal. Pascapenerapan tarif tambahan tersebut, mereka ekspansi memproduksi model hybrid— yang dikecualikan dari bea tambahan tersebut.

Hasilnya, ekspor mobil hybrid Beijing ke 27 negara anggota UE meningkat tiga kali lipat menjadi US$ 7,5 miliar pada paruh pertama tahun 2026 dibandingkan tahun 2025 sebesar US$ 2,5 miliar, menurut data Bea Cukai Tiongkok. Angka tersebut hampir sembilan kali lipat dari US$ 845 juta yang diekspor sepanjang tahun 2021.

Mobil hybrid masih menggunakan bahan bakar bensin sebagai sistem penggerak, namun jenis mobil ini dilengkapi sistem baterai yang otomatis terisi saat mobil berjalan.

Menyadari pasar Eropa dibanjiri mobil hybrid, UE kembali membuat strategi. UE kemudian membuat kebijakan pembatasan kuota impor hybrid dari Tiongkok.

Tiongkok merespons kebijakan baru UE. Pemerintah Tiongkok menyatakan penolakan terhadap penerapan ketentuan tersebut.

UE dan Tiongkok kemudian membuat kesepakatan. Ketika berlangsung kesepakatan awal, CarnewsChina, pada Minggu, melaporkan kesepakatan tersebut diharapkan meredakan ketegangan perdagangan otomotif sekaligus mengurangi risiko pengenaan tarif tambahan terhadap kendaraan asal Tiongkok yang masuk ke pasar Eropa.

kesepahaman tersebut diumumkan setelah pertemuan kedua mekanisme konsultasi perdagangan dan investasi Tiongkok-UE.

Meski demikian, kedua pihak belum mengungkapkan secara terperinci mekanisme pelaksanaan maupun ketentuan pembatasan ekspor yang akan diterapkan. (Rif).

Pages: 1 2 3Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN