Full Services
David kembali menyebutkan bahwa pada prinsipnya pembiayaan SME Banking MBI ada tiga kelompok utama. Pertama, pembiayaan untuk modal kerja. Kedua, kredit investasi untuk pengembangan atau mendukung kegiatan usaha. Ketiga, kredit perdagangan.
Untuk kredit perdagangan, dicontohkan David, perusahaan ingin mengimpor produk, dia butuh LC, atau dia ingin menjual consumer goods, namun prinsipalnya butuh garansi dari bank, MBI bisa membantu mengkover garansi maupun LC tersebut. Sifatnya pembiayaan noncash atau indirect bukan dalam bentuk pinjaman tunai.
“Untuk pinjaman tunai atau cash loan, MBI memberikan pembiayaan sudah disertai limit kredit dan bisa langsung digunakan kreditur. Kalau noncash, kita berikan kredit disertai limit, tapi tidak dalam bentuk uang, namun berupa garansi jaminan pembayaran. Jaminan pembayaran itu bentuknya bisa berupa garansi bank atau LC,” jelasnya.
Ia mencontohkan, si A yang berdomisili di Jakarta ingin membeli barang dengan B yang berada di Batam. Sebelumnya di antara mereka tidak saling mengenal. Si B mau barang dikirim jika sudah dibayar oleh si A. Sebaliknya, si A ingin barang dikirim, setelah itu baru dibayar.
Dalam kasuistis seperti ini, MBI menjembatani keinginan kedua pihak agar masing-masing tujuannya terpenuhi, melalui pemberian garansi bank.
“MBI meminta penjual untuk mengirim barang kepada si A dengan harga yang sudah disepakati. Jika si A yang notabene nasabah MBI ingkar, si B bisa mengklaim surat penagihan untuk proses pembayaran tersebut ke MBI,” urainya.
David mengatakan bahwa pembiayaan untuk SME Banking bisa diberikan kepada perusahaan yang sudah berjalan selama 2 tahun (startup). Namun, MBI juga memberikan pelayanan pendampingan kepada perusahaan tersebut. MBI di antaranya memberikan tranfer knowlodge kepada perusahaan, misalnya dalam hal pengelolaan keuangan, operasional, sarana dan prasarana, dan sebagainya.
“Tujuannya agar perusahaan tersebut terus berkembang, baik dari sisi manajemen maupun bisnis usahanya. Intinya kami berusaha memberikan full services kepada nasabah,” tegasnya.
Pada saatnya perusahaan itu mengalami kemajuan signifikan, perusahaan itu bisa masuk dalam layanan pembiayaan SME Plus. Tak berhenti sampai di situ, ketika skala bisnis perusahaan itu semakin besar, dia bisa masuk ke level yang lebih tinggi. Bahkan tak menutup kemungkinan menjadi perusahaan go public. (Syarif)