Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id– Asosiasi Produsen Mobil China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM) mencatat penjualan mobil China pada Agustus 2026 mencapai 2,712 juta unit, turun 5,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Penjualan mobil China pada Agustus 2026 ditopang oleh kinerja kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) yang mencapai 1,643 juta unit, naik 17,8 persen yoy, setelah lonjakan 23,7 persen pada Juli, dengan NEV menyumbang 60,6 persen dari total penjualan kendaraan baru.
NEV adalah salah satu teknologi yang diterapkan untuk mengurangi terhadap ketergantungan bahan bakar konvensional. Secara umum, NEV mencakup tiga kategori utama. Kategori pertama, Battery Electric Vehicle (BEV), yaitu kendaraan yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dari baterai.
Kedua, Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), yaitu kendaraan yang menggabungkan mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) dengan motor listrik dan dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal.
Ketiga, Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), yaitu kendaraan yang menggunakan hidrogen untuk menghasilkan listrik yang kemudian menggerakkan motor listrik.
Untuk delapan bulan pertama tahun ini, total penjualan kendaraan turun 3,8 persen yoy, dibandingkan dengan peningkatan 12,6 persen pada periode yang sama tahun lalu. Sementara penjualan NEV tumbuh 10,7 persen menjadi 10,65 juta unit. Selama periode tersebut, penjualan NEV melampaui 50 persen dari total penjualan kendaraan baru selama dua bulan berturut-turut, menyumbang 52,4 persen.
Sementara itu, secara bulanan, total penjualan mobil naik 4,9 persen. Tahun lalu, penjualan kendaraan di China tumbuh 9,4 persen menjadi rekor tertinggi 34,4 juta unit, meningkat dari kenaikan 4,5 persen pada tahun 2024, sementara penjualan NEV melonjak 28,2 persen.
Kendaraan Konvensional kian Meredup
Sementara itu, China Passenger Car Association (CPCA) melaporkan penjualan kendaraan konvensional bermesin pembakaran internal berbahan bakar bensin maupun solar (Internal Combustion Engine/ICE) pada Agustus 2026. Penjualan ICE di Negeri Tirai Bambu itu hanya menyentuh angka 536 ribu unit, merosot tajam dari capaian 894 ribu unit pada Agustus tahun sebelumnya.
Akibat kontraksi cukup dalam tersebut, porsi atau pangsa pasar ICE di China kini makin meredup, tersisa hanya 34,8 persen. Secara keseluruhan, total penjualan mobil penumpang di China pada bulan lalu berada di angka 1,54 juta unit, turun 23,6 persen secara tahunan, kendati masih tumbuh 5,5 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari data angka tersebut, industri otomotif China didominasi NEV. Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua mengungkapkan bahwa konsistensi subsidi konsumsi menjadi stimulus utama di balik pertumbuhan manufaktur tersebut.
Putaran skema subsidi terbaru kini bergulir di berbagai kota dengan prosedur pengajuan yang lebih simpel, nilai bantuan yang makin tinggi, serta kriteria kendaraan penerima yang lebih luas.
Kondisi ini mempermudah pemilik kendaraan lama untuk melakukan tukar tambah, sekaligus menyuntikkan kepercayaan diri bagi calon pembeli hingga keraguan pasar langsung berubah menjadi deretan pesanan nyata.
Tak hanya berjaya di dalam negeri, pengiriman kendaraan ke luar negeri pun terus meroket hingga berhasil menembus angka 1 juta unit per bulan selama tiga bulan berturut-turut.
Pada Agustus 2026 saja, total ekspor kendaraan melonjak 65,3 persen (yoy) mencapai 1,01 juta unit, di mana pengiriman NEV China meroket 1,3 kali lipat hingga menyentuh 526 ribu.
“Perubahan mendasar dalam struktur ekspor tersebut menunjukkan bahwa ekspor otomotif Tiongkok sedang beralih menuju model yang digerakkan oleh NEV dan membuka pasar global melalui teknologi elektrifikasi,” tutur Chen, seperti dikutip.
Di balik rekor demi rekor tersebut, China tengah memacu peralihan industri otomotif menuju tata kelola yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi. Pemerintah setempat merilis aturan tata cara pembayaran guna menertibkan persaingan industri, termasuk kewajiban melunasi tagihan pemasok skala kecil dan menengah dalam waktu 30 hingga maksimal 60 hari.
Selain itu, diterbitkan pula pedoman persaingan usaha luar negeri yang mengatur transparansi harga, keselamatan produksi, mutu, perlindungan tenaga kerja, hingga keamanan data.
Seorang pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok menuturkan pedoman tersebut menekankan kepatuhan hukum, persaingan yang sehat, serta kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga membantu para produsen otomotif Tiongkok dalam memenuhi tanggung jawab sosial di luar negeri dan berintegrasi di negara tuan rumah.
Langkah ini selaras dengan peta jalan Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) yang menargetkan populasi NEV mencapai 30 persen dari total armada kendaraan nasional pada 2030. (Rif)