160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Pakar Ekonomi Piter Abdullah Urai Dampak Negatif dan Positif Pelemahan Rupiah

Piter Abdullah. Foto: dok.pribadi.

Jakarta,corebusiness.co.id-Pakar Ekonomi Piter Abdullah berpandangan, pelemahan nilai tukar rupiah (IDR) terhadap dolar AS (USD) tidak melulu memunculkan sentimen negatif, namun ada dampak positif, karena penerimaan negara ikut terkerek naik.

Nilai tukar rupiah terus merosot terhadap dolar AS pada Selasa, 11 Mei 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.704 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 36 poin atau setara 0,20 persen dari Rp17.667 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.661 per USD. Rupiah masih bergerak melemah dari Rp17.491 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin. Sementara berdasarkan JISDOR Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp17.666.

“Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini di atas asumsi APBN 2026, yang ditetapkan berada di kisaran Rp16.200 hingga Rp16.500 per dolar AS. Namun, proyeksi rata-rata nilai tukar rupiah itu untuk kurun waktu sepanjang tahun 2026. Jadi, kita melihatnya jangan dibandingkan dengan level saat ini,” kata Piter Abdullah ketika dihubungi corebusiness.co.id, Selasa, 19 Mei 2026.

750 x 100 PASANG IKLAN

Piter Abdullah menjelaskan, tujuan dibuatnya asumsi rata-rata nilai tukar rupiah supaya dalam penyusunan APBN bisa ditetapkan penerimaan dan pengeluaran negara. Menurutnya, jika nilai tukar rupiah saat ini berada di atas asumsi APBN, maka pemerintah tidak melanggar undang-undang.

Ia mengutarakan, satu sisi konsekuensi rupiah di atas asumsi APBN adalah belaja pemerintah menjadi lebih besar, dibandingkan yang telah disusun dalam APBN 2026. Di sisi lain, penerimaan negara juga menjadi lebih besar, karena harga-harga komoditi seperti dari sektor pertambangan dan perkebunan naik. Misalnya saat ini harga batu bara, nikel, minyak dan gas bumi, serta CPO naik.

“Jadi, pelemahan rupiah tidak sekadar berdampak negatif, tapi ada juga dampak positif. Karena, penerimaan negara dalam bentuk rupiah menjadi lebih besar. Kenaikan itu baik disebabkan naiknya harga komoditas maupun dari sisi valasnya,” ucap Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies.

750 x 100 PASANG IKLAN

Pages: 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !