160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id

Pakar Ekonomi Piter Abdullah: Sebaiknya Calon Gebernur BI Bukan Tipe Artis

Kantor Bank Indonesia. Foto: Ist
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) turut menjadi perhatian publik. Komisi XI DPR RI menyatakan siap melakukan fit and proper test calon Gubernur BI yang diajukan Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur BI memiliki peran sangat strategis. Sebagai memimpin lembaga bank sentral, dia memiliki peran menetapkan dan melaksanakan kebijaksanaan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank.

Meskipun BI merupakan lembaga independen, namun dalam praktiknya kerap dibayang-bayangi pengaruh lembaga politik. Tidak heran bila pemerintah atau partai politik ingin menguasai bank sentral. Maklum, meskipun lemabaga independen, tugas yang dilakukan BI dalam menjalankan kebijakan moneter merupakan tugas negara bagi pengendalian perekonomian negara.

Toh, calon pengganti Perry Warjiyo yang mengajukan adalah Presiden-notabene orang politik– dan proses uji kelayakan dilakukan oleh orang-orang politik di DPR.

Terlepas dari isolasi kepentingan politik, Pengamat Ekonomi Piter Abdullah memberikan pandangan terkait figur calon Gubernur BI pengganti Perry Warjiyo. Menurutnya, secara sederhana, calon Gubernur BI tersebut diharapkan adalah sosok low profile.

Piter mengatakan, secara dasar hukum, mekanisme pengangkatan Gubernur BI sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang BI (UU BI), sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir melalui UU Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dalam UU itu disebutkan, untuk dapat diangkat sebagai Gubernur BI, calon yang bersangkutan harus memenuhi syarat, antara lain warga negara Indonesia (WNI), memiliki akhlak dan moral yang tinggi, memiliki keahlian dan pengalaman di bidang ekonomi, keuangan, perbankan, atau hukum.

“Tetapi, yang diharapkan secara karakter, calon Gubernur BI tersebut adalah sosok yang humble dan low profile. Karena, jabatan gubernur bank sentral di semua negara karakteristik orangnya rata-rata seperti itu. Dia juga tidak banyak bicara. Karena, yang dia sampaikan ke publik bisa memengaruhi pasar,” ujar Piter kepada corebusiness.co.id, Rabu, 29 Juli 2026.

Piter Abdullah. Foto: dok.pribadi.

Ia menekankan, calon Gubernur BI berikutnya bukan tipe artis, yang ingin selalu tampil dan ngomong. Dia merupakan sosok yang menenangkan.

“Apalagi di tengah kondisi yang sedang bergejolak saat ini, yang kita butuhkan bukan orang yang membuat situasi semakin bergejolak. Yang kita butuhkan sosok yang memberikan rasa tenang dan nyaman. Kita harapkan Presiden Prabowo akan memilih sosok yang seperti itu,” ucapnya.

Piter menyatakan kesetujuan calon Gubernur BI adalah orang yang pintar. Namun, bukan dalam makna dia harus pintar mengembalikan kondisi rupiah yang saat ini sedang melemah. Pasalnya, kata dia, banyak faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah melemah atau menguat, baik faktor internal dalam negeri maupun eksternal luar negeri.

“Berdasarkan UU BI, yang jelas calon Gubernur BI dilarang bagi mereka yang masih aktif di partai politik, baik sebagai anggota maupun pengurus partai politik. Karena, BI adalah lembaga independen,” imbuh Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies.

Piter berharap Gubernur BI yang baru dalam menjalankan tugas moneter terjadi sinergitas yang baik dengan Menteri Keuangan sebagai pengelola fiskal negara. Karena itu, menurutnya, sosok calon Gubernur BI tergantung dari pilihan Presiden, meskipun harus melalui uji kelayakan di DPR.

“Kita berharap antara Menkeu dan Gubernur BI yang baru terjalin sinkronisasi yang baik. Yang satu (Menkeu) pembantunya Presiden, yang satu lagi (Gubernur BI) secara kelembagaan harus independen. Tapi kan Presiden juga yang mengajukan sosok Menkeu dan Gubernur BI. Jadi, dua-duanya adalah pilihan Presiden. Jadi, yang tahu kriteria Menkeu dan Gubernur BI adalah yang memilih,” paparnya.

Piter berharap, Gubernur BI yang baru membawa BI semakin baik, tidak berbuat neko-neko dan menodai nama besar BI. (Syarif)

 

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN