Efisiensi
Sebagai informasi, Rosatom Indonesia adalah perusahaan energi nuklir Rusia berbasis di Moskow. Perusahaan ini fokus mendukung pengembangan ekosistem dan infrastruktur teknologi nuklir untuk tujuan damai, termasuk proyek PLTN skala besar maupun kecil, serta pengembangan SDM Indonesia.
“Dalam lokakarya ini, Rosatom melakukan sharing knowledge regulasi FNPP yang sudah diterapkan di Rusia. Info teknis FNPP menjadi opsi untuk digunakan di remote area. Karena, apabila harus menggunakan jaringan listrik, biaya pembangunan dan operasional PLTN secara keseluruhan menjadi mahal,” terang Hendra kepada corebusiness.co.id.

Haendra mengatakan, secara umum beberapa negara memiliki minat menjadi vendor teknologi maupun menjadi konstuktor pembangunan PLTN pertama di Indonesia.
Pemerintah merencanakan membangun PLTN on-grid berkapasitas 500 megawatt (MW). Informasi yang diterima corebusiness.co.id, pemerintah menugaskan dua anak usaha PT PLN (Persero), yaitu PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power sebagai operator PLTN. Rencananya, PLN Indonesia Power sebagai operator proyek PLTN di Kalimantan Barat, dan PLN Nusantara Power untuk proyek PLTN di Bangka Barat.
Pembangunan PLTN di dua tapak itu, masing-masing dengan kapasitas 250 MW. Bapeten sedang menyelesaikan rancangan RTRW untuk pembangunan PLTN di darat (onshore) dan lepas pantai (offshore).
Rencananya, PLTN di Bangka Barat akan dibangun menggunakan teknik floating, karena reaktor nuklirnya dibangun di offshore. Masing-masing reaktor nuklir di dua tapak tersebut menggunakan Small Modular Reactor (SMR). (Rif).