160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id

Julian Ambassadur Shiddiq: Presiden Minta BIM Mengembangkan Industri Mineral Strategis

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Industri Mineral (BIM), Julian Ambassador Shiddiq. Foto: corebusiness.co.id/Syarif
750 x 100 PASANG IKLAN

PRESIDEN Amerika Serikat (AS), Donald Trump, telah menggelontorkan puluhan miliar dolar AS ke hampir 150 perusahaan mineral strategis untuk memperkuat pasokan dalam negeri. Trump ingin menjadikan penambangan dan industri pengolahan mineral strategis AS sebagai prioritas keamanan nasional sejak ia kembali menjabat Presiden AS pada tahun 2025.

Salah satu mineral strategis yang diperkuat Trump adalah mineral logam tanah jarang (LJT) atau rare earth. Ia bahkan sampai membuat kebijakan untuk mengakhiri ketergantungan AS pada LTJ dari Tiongkok hingga batas waktu 1 Januari 2027.

Tiongkok memang memiliki cadangan LTJ terbesar dunia. Di bawah Tiongkok ada Brasil, Vietnam, Rusia, dan AS  juga memiliki banyak cadangan LJT, meskipun belum dilakukan pemanfaatan secara besar-besaran potensi yang dimilikinya. Beda dengan Tiongkok. Industri pengolahan mineral strategis di Negara Tirai Bambu ini terus tumbuh pada akhir abad ke-20 dan mengendalikan lebih dari 80 persen sektor tersebut saat ini.

Indonesia juga memiliki cadangan mineral strategis kelas dunia. Mengingat pentingnya manfaat komoditas ini, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Badan Industri Mineral (BIM). Pembentukan dan kerangka kerja badan ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 76 Tahun 2025. Badan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden tersebut diketuai oleh Brian Yuliarto.

“BIM memiliki peran sentral dalam memastikan mineral-mineral berharga milik bangsa dapat diolah dan dimanfaatkan di dalam negeri, sehingga memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian dan pertahanan nasional,” kata Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BIM, Julian Ambassador Shiddiq.

Julian menyampaikan, sesuai amanat peraturan, tugas utama BIM adalah melaksanakan dukungan untuk mempercepat riset dan pengembangan guna meningkatkan nilai tambah dari mineral strategis.

“Mineral strategis yang dimaksud adalah jenis mineral yang memiliki peranan vital bagi industri pertahanan dan teknologi tinggi, mencakup mineral radioaktif, logam tanah jarang, dan mineral lainnya,” jelas Julian.

Julian menjabarkan, mineral radioaktif, misalnya, merupakan unsur mineral yang esensial untuk pengembangan teknologi nuklir, baik untuk energi maupun pertahanan. Kemudian logam tanah jarang, merupakan kelompok mineral yang menjadi komponen vital dalam industri teknologi tinggi, seperti magnet permanen, baterai, semikonduktor, dan sistem persenjataan modern.

Sementara mineral lain terkait industri pertahanan merupakan produk utama maupun produk ikutan dari kegiatan pertambangan, yang memiliki peran strategis untuk mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.

Menggali lebih jauh upaya strategis pemanfaatan mineral strategis yang dimiliki Indonesia, corebusiness.co.id mewawancarai pria kelahiran Jakarta 45 tahun silam, yang sebelumnya menjabat Kepala Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA dan Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM. Berikut petikan wawancaranya:

Beberapa negara sedang gencar ingin memanfaatkan potensi mineral logam tanah jarang. Langkah besar apa yang sedang dilaksanakan BIM terhadap jenis mineral strategis ini?

Mineral logam tanah jarang memang mempunyai manfaat sangat penting, karena dibutuhkan untuk high tech. Misalnya, dibutuhkan sebagai komponen magnet permanen, baterai kendaraan listrik, drone, dan sistem persenjataan modern.

Logam tanah jarang dibutuhkan untuk produk-produk esensial di dalam negeri, yang memberikan perubahan signifikan terhadap peningkatan produk teknologi. Produk teknologi tersebut menjadi lebih canggih.

Produk magnet permanen dari komponen logam tanah jarang jenis samarium, misalnya, memiliki daya tahan terhadap panas. Beda dengan magnet permanen DVR (Dynamic Voltage Restorer), yang kurang tahan terhadap panas. Jenis magnet permanen DVR umumnya digunakan untuk kendaraan listrik dan renewable energy seperti untuk energi Pembangit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Pages: 1 2
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN