Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Medan,corebusiness.co.id-Yayasan Riandja Sangap Gabe Arta (RSGA) melaksanakan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Medan, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi lintas sektor dalam mendorong perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi, berbasis kajian, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut turut melibatkan perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sumut dan Universitas Sumatera Utara (USU). Pembahasan berfokus pada peluang kolaborasi antara unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan yayasan dalam pengembangan kajian strategis, penguatan konektivitas wilayah, serta optimalisasi potensi ekonomi Sumut.
Salah satu perhatian utama dalam audiensi ini adalah pentingnya membangun keterhubungan antarmoda transportasi, meliputi transportasi udara, darat, dan laut, sebagai bagian dari strategi memperkuat aksesibilitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan distribusi barang dan jasa.
Dalam pertemuan tersebut, Staf Ahli BAPPERIDA Sumut, Ir. Efendi Pohon dan Kepala Bidang BAPPERIDA Sumut, Roy Sianturi menyampaikan pandangan mengenai pentingnya inisiatif pembangunan yang mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi lintas sektor.
Dukungan secara prinsip terhadap inisiatif Yayasan RSGA menjadi modal awal untuk membangun komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pemangku kepentingan terkait. Pembahasan lanjutan diperlukan agar gagasan yang disampaikan dapat ditelaah lebih mendalam dan diselaraskan dengan kebutuhan serta arah perencanaan pembangunan daerah.
Efendi Pohon juga menyampaikan peluang koordinasi dengan unsur pemerintah daerah dan kementerian terkait sesuai kewenangan serta mekanisme administrasi yang berlaku. Sementara itu, Roy Sianturi mendorong agar komunikasi lanjutan antara Yayasan RSGA, BAPPERIDA Sumut, dan USU dapat segera dilakukan guna mematangkan substansi kajian dan kemungkinan pengembangan program bersama.
Perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sumut Harahap, menekankan bahwa konektivitas merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
“Integrasi jaringan jalan, bandar udara, terminal angkutan darat, dan pelabuhan laut perlu menjadi bagian dari perencanaan yang komprehensif. Keterhubungan tersebut diharapkan dapat memperkuat aksesibilitas antarkawasan, mendukung mobilitas penumpang, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, serta membuka peluang pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Harahap.
Pandangan tersebut sejalan dengan gagasan Yayasan RSGA untuk mendorong kajian konektivitas multimoda yang tidak hanya menitikberatkan pada infrastruktur, tetapi juga mempertimbangkan keterkaitan transportasi dengan aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat, dan potensi unggulan daerah.
Dalam aspek akademik, perwakilan USU, Amelia, menyampaikan dukungan terhadap rencana kolaborasi kajian dan pelaksanaan kegiatan melalui mekanisme Focus Group Discussion (FGD).
FGD direncanakan menjadi forum untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi transportasi, dan pihak terkait lainnya. Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan pertukaran gagasan, identifikasi persoalan, analisis potensi wilayah, serta rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan.
Terkait rencana pelaksanaan kegiatan pada penghujung tahun, diperlukan pembahasan lebih lanjut bersama Rektor USU, khususnya mengenai kemungkinan dukungan fasilitas, penjadwalan, keterlibatan akademisi, serta aspek teknis penyelenggaraan. Langkah ini penting agar rencana kegiatan dapat disusun secara realistis sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan mekanisme yang berlaku di lingkungan universitas.
Fokus pada Optimalisasi Konektivitas Pantai Barat Sumut
Yayasan RSGA memandang penguatan konektivitas sebagai salah satu strategi penting untuk mengoptimalkan potensi pembangunan di kawasan Pantai Barat Sumut, terutama melalui keterhubungan infrastruktur transportasi udara, darat, dan maritim.
Gagasan kajian yang dikembangkan mencakup optimalisasi konektivitas Bandara Sisingamangaraja XII dengan Terminal Tarutung dan Terminal Pandan serta Pelabuhan Sibolga melalui kawasan Pahae. Inisiatif ini diarahkan untuk mengkaji peluang integrasi transportasi dan keterkaitannya dengan pengembangan ekonomi kawasan, termasuk distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta peningkatan akses terhadap pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi.
Kajian tersebut juga diharapkan dapat memberikan perspektif mengenai pentingnya konektivitas wilayah dalam mendukung pemulihan, penguatan ketahanan daerah, dan pembangunan yang lebih terintegrasi, khususnya dalam menghadapi tantangan pascabencana.
Melalui pendekatan berbasis kajian, Yayasan RSGA berupaya menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan agar rekomendasi yang dihasilkan memiliki landasan akademik, mempertimbangkan kondisi lapangan, dan dapat digunakan sebagai bahan diskusi dalam proses perencanaan pembangunan.