160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Dibutuhkan Global, Harga Batu Bara Masih Perkasa

Ilustrasi: Karyawan sedang mengoperasikan alat berat untuk menambang batu bara di lokasi tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Foto: dok.PTBA.
750 x 100 PASANG IKLAN

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah merevisi kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Realisasi produksi batu bara nasional yang mencapai 790 juta ton pada tahun 2025 dipangkas menjadi kurang lebih 600 juta ton.

Bahlil mengutarakan tujuan dari pemangkasan kuota batu bara.

“Produksi (batu bara) akan kita turunkan supaya harga bagus dan tambang ini kita harus wariskan kepada anak cucu kita. Jadi, jangan cara berpikir kita mengelola sumber daerah alam itu seolah-olah harus selesai semua sekarang. Bangsa ini harus berjalan terus, lingkungan kita harus jaga aspek-aspek keadilan juga kita harus jaga,” tutur Bahlil, ketika itu.

Bahlil menjelaskan bahwa dominasi Indonesia dalam pasokan batu bara global turut memengaruhi ketidakseimbangan pasar. Saat ini, volume perdagangan batu bara dunia mencapai sekitar 1,3 miliar ton, dengan Indonesia menyumbang porsi yang sangat besar.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Batu bara yang diperdagangkan di global itu kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton. Dari 1,3 miliar ton, Indonesia mensuplai 514 juta ton atau sekitar kurang lebih sekitar 43 persen. Akibatnya apa? supply dan demand itu tidak terjaga yang pada akhirnya membuat harga batu bara turun,” paparnya.

Belajar dari kondisi tersebut, pemerintah memutuskan untuk menata ulang kuota produksi melalui revisi RKAB agar lebih selaras dengan kebutuhan nasional maupun internasional. Salah satu langkah konkretnya adalah memangkas target produksi batu bara nasional.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batu Bara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengapresiasi program transisi menuju energi bersih oleh pemerintah.

Anggawira mengatakan, sebagai asosiasi pemasok energi mineral dan batu bara, Aspebindo mendukung penuh transformasi energi nasional yang inklusif dan terukur. Ia menyebutkan  langkah nyata yang ditempuh Aspebindo dalam mendukung transisi energi.

750 x 100 PASANG IKLAN

Satu, mendorong hilirisasi batu bara seperti gasifikasi menjadi DME, metanol, dan syngas sebagai substitusi LPG dan bahan bakar industri.

Dua, mendukung co-firing biomassa di PLTU untuk mengurangi intensitas karbon.

Tiga, mempromosikan penggunaan teknologi Ultra Super Critical (USC) yang lebih efisien dan rendah emisi.

Empat, mengajak anggota mengadopsi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam rantai pasok batu bara.

750 x 100 PASANG IKLAN

“Kami meyakini bahwa transisi energi tidak bisa meninggalkan batu bara begitu saja, tetapi harus dilakukan dengan pendekatan yang adil (just transition) dan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur nasional,” kata Anggawira kepada corebusiness.co.id.

Berdasarkan catatan Aspebindo, batu bara masih menjadi salah satu komoditas penyumbang devisa dan penerimaan negara terbesar untuk  Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tahun 2023, misalnya, kontribusi batu bara mencapai lebih dari Rp 100 triliun untuk PNBP, atau hampir 40 persen dari total PNBP sektor ESDM. Sementara dari ekspor batu bara, menyumbang puluhan miliar dolar ke neraca perdagangan Indonesia, mendukung stabilitas nilai tukar dan APBN.

“Kami siap terus berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan bahwa batu bara berperan dalam cara yang cerdas, efisien, dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Syarif)

Pages: 1 2Show All
750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
DELTA SYSTECH INDONESIA

Tutup Yuk, Subscribe !