160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Dekarbonisasi Semester I 2026 Pertamina Group di Atas Target Pengurangan Emisi Tahunan

750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id-PT Pertamina (Persero) sukses menjalankan program dekarbonisasi dengan capaian pengurangan emisi di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. Sepanjang semester I 2026, dekarbonisasi Pertamina Group berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 118 persen di atas target 2026.

Kebutuhan energi nasional hingga saat ini sebagian besar masih ditopang dari produksi minyak dan gas bumi (migas) yang merupakan menjadi tulang punggung di sektor energi Indonesia.

Namun, bagi sebagian pihak di luar sektor energi beranggapan sektor migas dipersepsikan sebagai salah satu industri yang menyumbang pencemaran lingkungan di sekitar wilayah operasi. Persepsi ini muncul atas dugaan mengabaikan faktor-faktor fundamental yang wajib diterapkan dalam kegiatan operasional hulu migas di seluruh dunia, seperti kesehatan kerja (health), keselamatan kerja (safety), dan lindung lingkungan (environment) atau biasa disingkat HSE.

Selain itu, di era global yang menuntut seluruh sektor berpartisipasi dalam penurunan emisi karbon guna mencegah kenaikan suhu bumi, industri ekstraktif sejatinya sudah menerapkan teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dalam mendukung Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Untuk mendukung penerapan CCS, pemerintah juga telah menerbitkan sejumlah peraturan baik melalui Peraturan Presiden (Perpres) maupun Peraturan Menteri (Permen).

Bagi Pertamina, yang  menjalankan bisnis energi terintegrasi dari hulu hingga hilir, melalui struktur subholding terus mengembangkan lini bisnis yang sehat. Pertamina juga berinovasi dalam pengembangan program dekarbonisasi.

“Program dekarbonisasi merupakan bagian dari inisiatif Pertamina dalam mengimplementasikan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron dalam keterangan pers.

Baron menyatakan, sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen perusahaan menjalankan target pemerintah mencapai NZE tahun 2060.

Selain dekarbonisasi, kata dia, Pertamina juga konsisten mengembangkan bisnis rendah karbon (Low Carbon Business) sebagai bagian dari implementasi ESG. Sepanjang Januari–Juni 2026, kinerja bisnis rendah karbon Pertamina mencapai 101 persen atau di atas target RKAP 2026.

“Pencapaian ini didukung oleh beberapa program utama seperti bioetanol, biofuel, dan efisiensi energi yang mampu melampaui target yang telah ditetapkan,” ucap Baron.

Program ESG lainnya yang dijalankan Pertamina mulai dari sustainable procurement, sustainability budget tagging, serta program pemberdayaan masyarakat juga menunjukkan kinerja positif. Secara keseluruhan kinerja dalam tata Kelola ini berhasil melampaui target mencapai 102 persen.

“Keberhasilan ini mencerminkan pelaksanaan program yang efektif terutama pada aspek tata kelola, sosial, dan sistem pendukung keberlanjutan,” terangnya.

Baron menegaskan, keberhasilan Pertamina dalam mengimplementasikan ESG secara terintegrasi telah mengokohkan kembali Pertamina sebagai perusahaan peringkat ESG nomor 1 dunia untuk Sub-Industri Integrated Oil and Gas.

Pada penilaian Carbon Disclosure Project (CDP), Pertamina memperoleh skor B untuk kategori perubahan iklim dan A untuk keamanan air. Dari sisi tata kelola, Pertamina mencatat skor Good Corporate Governance (GCG) tahun 2025 sebesar 97,14 persen dengan kategori “Sangat Baik”.

“Berbagai capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan. Bagi Pertamina, keberlanjutan dan prinsip ESG menghasilkan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan bisnis,” imbuhnya.

Baron melanjutkan, dalam pengembangan bisnis rendah karbon, Pertamina terus mendorong pemanfaatan Sustainable Aviation Fuel (SAF), biogasoline, biodiesel, dan pembangkit energi rendah karbon. Pada pengembangan SAF, Pertamina menargetkan volume pengangkatan sebesar 27.000 kiloliter (KL) dan penjualan 6.000 KL pada 2026.

Pertamina turut mengembangkan biogasoline melalui pencampuran bioetanol sebesar lima persen pada bensin RON 95. Pada periode Januari hingga Juni 2026, realisasi penjualan biogasoline tercatat sebesar 23.280 KL

Selain itu, keberlanjutan Pertamina juga selaras dengan perkembangan regulasi, transformasi portofolio menuju energi hijau, serta aksi korporasi perusahaan. (Gaska)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN