INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id-Data Benchmark Mineral Intelligence (BMI) menunjukkan permintaan global untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) meningkat pada Mei. Salah satu faktor pendukung, karena subsidi dan harga bensin yang tinggi terus mendorong transisi dari mobil bermesin pembakaran.
Pendaftaran kendaraan listrik baterai baru dan kendaraan listrik hibrida plug–in naik 3 persen dari tahun sebelumnya menjadi sekitar 1,8 juta pada Mei– sebagai indikator penjualan–sehingga totalnya naik 0,9 persen dibandingkan tahun lalu untuk lima bulan pertama.
Pendaftaran mobil di Eropa adalah proses legalisasi kendaraan agar diizinkan beroperasi di jalan umum, yang mencakup penerbitan sertifikat registrasi, plat nomor, dan pajak kendaraan di negara tempat pemilik menetap.
“Eropa benar-benar menjadi faktor pendorong pertumbuhan ini saat ini,” kata Manajer Data BMI, Charles Lester kepada Reuters.
Pendaftaran naik 23 persen menjadi sekitar 415.000 unit pada Mei di wilayah tersebut, didorong oleh subsidi pemerintah dan harga bensin yang tinggi yang mendorong pembelian lebih awal.
Namun, gambaran global tetap tidak merata. Di Tiongkok, pendaftaran Mei turun 9 persen dari tahun sebelumnya menjadi sekitar 987.000 kendaraan setelah dukungan untuk tukar tambah mobil ditarik dan keringanan pajak untuk pembelian kendaraan listrik berakhir pada awal 2026.
Menyusul penjualan domestik yang lebih lemah sepanjang tahun ini, semakin banyak OEM Tiongkok yang berupaya untuk berekspansi lebih jauh ke pasar global.
“Tren yang kami lihat selama beberapa bulan terakhir adalah usaha patungan dan potensi OEM Tiongkok untuk memproduksi di kapasitas yang kurang dimanfaatkan di Eropa,” kata Lester.
Penjualan juga turun 26 persen di Amerika Utara menjadi sekitar 123.000 unit pada Mei, terpukul oleh berakhirnya skema kredit pajak AS dan proposal dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk lebih melonggarkan aturan emisi karbon dioksida.
“Pergeseran fokus telah mengarah pada produksi mesin pembakaran internal dan kendaraan listrik hibrida di AS,” ucap Lester.
Ia menambahkan bahwa langkah Kanada untuk membuka pasarnya kepada beberapa OEM Tiongkok tidak akan cukup untuk secara signifikan mengubah arah pasar EV Amerika Utara. (Rif)