Jakarta,corebusiness.co,id-Volvo Cars, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Geely Holding dari Tiongkok, mengatakan pada Selasa (26/5/2026) bahwa mereka telah menerima persetujuan dari Pemerintah AS yang memungkinkan untuk terus menjual kendaraan.
Geely Holding (Zhejiang Geely Holding Group) adalah perusahaan otomotif multinasional asal Hangzhou, Tiongkok, yang didirikan pada tahun 1986. Grup ini dikenal sebagai salah satu produsen mobil swasta terbesar di Tiongkok dan merupakan induk dari berbagai merek otomotif global, seperti Volvo Cars, Lotus, dan Zeekr.
Pada Januari 2025, di masa Presiden Joe Biden, pemerintahannya telah menyelesaikan peraturan yang secara efektif melarang hampir semua mobil dan truk Tiongkok dari pasar AS. Peraturan ini dibuat sebagai bagian dari penindakan terhadap perangkat lunak dan perangkat keras kendaraan dari Tiongkok.
Beleid tersebut mencakup larangan terhadap sebagian besar perangkat lunak yang dikembangkan oleh Tiongkok yang mulai berlaku Maret 2026 untuk model tahun 2027, dan mencakup perusahaan dengan kepemilikan Tiongkok yang signifikan.
Para pembuat undang-undang di era pemerintahan Joe Biden telah mengusulkan untuk memperketat aturan tersebut.
Volvo Cars menjual 121.600 kendaraan di AS pada 2025, turun 2,9 persen dari tahun 2024. Pada September 2025, Volvo Cars mengatakan akan mulai memproduksi model hibrida baru di AS pada akhir dekade ini. Model baru ini akan dirancang untuk pasar AS dan membantu Volvo meningkatkan pemanfaatan kapasitas di pabriknya di Carolina Selatan.
Sebelumnya, pada April 2025, CEO Volvo Cars Hakan Samuelsson, mengatakan perusahaan akan memproduksi lebih banyak kendaraan di AS. Selain itu, grup tersebut juga mengumumkan pada Juli 2025 bahwa mereka berencana untuk mulai memproduksi SUV ukuran menengah XC60 yang populer di Carolina Selatan pada akhir 2026.
Volvo Cars, yang sejak lama diposisikan sebagai pelopor kendaraan listrik dengan tujuan untuk menghapus semua model nonlistrik pada 2030, tahun lalu membalikkan arah dan mengatakan bahwa hibrida (hybrid) akan tetap menjadi bagian dari jajaran produknya.
Untuk diketahui, mobil hibrida adalah kendaraan yang menggabungkan dua sumber tenaga: mesin bensin dan motor listrik. Mesin bensin berfungsi seperti mobil biasa, sementara motor listrik membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dengan mengandalkan tenaga listrik saat kondisi tertentu, seperti saat mobil melaju dengan kecepatan rendah atau saat berhenti di lampu merah. Teknologi ini menawarkan keunggulan karena dapat menghemat penggunaan bahan bakar sekaligus mengurangi emisi gas buang.
Volvo Cars saat ini mengimpor semua mobilnya ke AS dari Eropa, kecuali SUV listrik EX90 yang dirakit di South Carolina. Produsen mobil asal Swedia ini dulunya juga mengimpor mobil dari Tiongkok, tetapi menghentikannya setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menerapkan tarif imbal balik (reciprocal tariff) pada mobil buatan Negara Tirai Bambu tersebut diberlakukan.
Pihak Volvo Cars tak patah semangat. Di masa pemerintahah Presiden Donald Trump, mereka terus menjalin komunikasi dengan otoritas AS terkait peraturan yang telah dibuat oleh pemerintahan Presiden Joe Biden.
Volvo Cars mengatakan Departemen Perdagangan AS memberikan otorisasi khusus kepada perusahaan tersebut setelah diskusi konstruktif dengan lembaga pemerintah mengenai tata kelola, teknologi, dan keamanan data Volvo Cars.
“Dengan otorisasi khusus ini, Volvo Cars dapat melanjutkan rencana pertumbuhannya di Amerika Serikat,” ucap pihak perusahaan.
Terpisah, Polestar Swedia, yang juga mayoritas sahamnya dimiliki oleh Geely, mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka terus bekerja sama dengan otoritas AS untuk memenuhi persyaratan peraturan yang diumumkan. (Rif)