INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id-Bengkel-bengkel mobil di Tokyo dan dealer mobil di Detroit telah kekurangan oli mesin, cat, dan produk lainnya selama berbulan-bulan sejak konflik di Timur Tengah mengganggu rantai pasokan global.
Sekarang, meskipun kesepakatan potensial antara AS dan Iran dapat mengakhiri pertempuran, para ahli dan eksekutif industri mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin memberikan bantuan langsung kepada bengkel-bengkel kecil yang telah tertekan oleh penutupan Selat Hormuz oleh Teheran. Penutupan selat tersebut telah memblokir hampir seperlima aliran minyak global dan menyebabkan hambatan bagi beberapa produk turunan minyak bumi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang telah ditandatangani oleh kedua negara, meskipun detailnya masih belum jelas dan mungkin perlu beberapa waktu agar pengiriman melalui selat tersebut kembali normal.
Hiroyuki Nakamura, seorang direktur di Shin Etsu Denso, sebuah perusahaan perbaikan mobil yang berbasis di Tokyo mengatakan selama beberapa bulan terakhir perusahaannya mencoba mengatasi kekurangan oli mesin, yang pertama kali ia lihat dalam 35 tahun memperbaiki mobil.
“Pasokan oli hampir sepenuhnya habis setelah perang dimulai pada Maret. Sejak April, tidak ada yang masuk,” kata Nakamura, dikutip Reuters, Selasa (16/6/2026).
Perusahaan perbaikan mobil itu juga juga terpukul oleh kekurangan pengencer cat dan cairan knalpot diesel.
Salah satu warna mobil yang paling populer di Jepang adalah “putih mutiara”, lapisan mengkilap yang dibuat dengan mencampur cat putih dengan cairan pengkilap. Bagi Fuchu Car, bengkel reparasi di pinggiran Tokyo, pasokan cat putih dan lapisan mutiara menjadi sangat terbatas, meskipun warna lain masih tersedia.
Presiden Fuchu Car, Masato Yagai mengatakan bahwa tokonya baru-baru ini mendapatkan satu botol cat mutiara berukuran 300 ml (10 oz), batch pertama mereka dalam sekitar dua minggu, yang kira-kira sama lamanya satu botol bertahan di toko tersebut.
Jika persediaan habis, Yagai memperkirakan dia mungkin harus menunda pengecatan mobil yang datang untuk perbaikan. Langkah ini akan memungkinkan dia untuk tetap melakukan perbaikan, dan menghindari pilihan yang buruk yaitu menolak pelanggan karena dia tidak dapat mengecat kendaraan.
Bahkan tanpa pengecatan ulang, ungkap Yagai, mobil-mobil yang diperbaiki masih bisa lolos inspeksi dan kembali ke jalan.
“Kami akan menyelesaikan pengecatan nanti, setelah pasokan kembali,” ucapnya.
Ia menyebutkan, sekitar sepertiga dari sekitar 160 mobil yang ditangani Fuchu Car setiap bulan berwarna putih mutiara.
Peraturan penyimpanan yang ketat untuk bahan-bahan seperti oli mesin membuat perusahaan sulit menyimpan sejumlah besar produk turunan minyak bumi. Suzuki Motor mengatakan bulan lalu beberapa dealer telah menghentikan sementara penerimaan pemesanan baru untuk penggantian oli mesin dan rem karena keterlambatan pasokan.
Gangguan Pasokan di AS
Dampak perang di Timur Tengah turut mengganggu pasokan bahan baku yang digunakan untuk membuat pelapis dan pelumas. Menurut Asosiasi Produsen Pelumas Independen, hambatan pasokan ini menjadi faktor dalam kenaikan harga pelumas, yang diperkirakan tidak akan mereda setidaknya hingga pertengahan 2027.
Pada Maret, fasilitas gas-ke-cair Shell di Qatar diserang, yang membatasi produsen utama minyak Grup III di Timur Tengah, yaitu minyak dasar bermutu tinggi dan bahan utama dalam minyak sintetis yang digunakan dalam kendaraan.
“Begitu fasilitas Shell diserang, kami langsung tahu akan ada masalah besar,” kata CEO Asosiasi Produsen Pelumas Independen, Holly Alfano.