160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN

Sembilan Tahun Mengabdi, WMI dan Korporasi Dorong Kemandirian Ekonomi Komunitas Difabel

Ketua Umum Wartawan Mancing Indonesia (WMI), Firman Wibowo saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu dalam rangkaian kegiatan WMI.
750 x 100 PASANG IKLAN
  • Ciptakan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas
  • Santunan anak yatim dan piatu
  • Fun fishing wartawan dan korporasi

Jakarta,corebusiness.co.id-Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Wartawan Mancing Indonesia (WNI) akan dilaksanakan kegiatan edukasi, sosial, dan fun fishing, pada 26 September 2026. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Sembilan Tahun WMI Mengabdi: Sinergi Wartawan dan Korporasi Dorong Kemandirian Komunitas Difabel lewat Pelatihan Keterampilan Budidaya Ikan Air Tawar.”

Sesuai tema tersebut, WMI akan menyelenggarakan kegiatan edukasi melalui pelatihan budidaya ikan tawar kepada penyandang disabilitas. Kegiatan ini dalam upaya mendukung menciptakan kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Seperti kita ketahui, Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor perikanan budidaya air tawar. Dengan luas perairan darat ±4,2 juta hektare dan permintaan ikan konsumsi yang terus meningkat 6,5% per tahun, budidaya ikan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional sesuai Asta Cita Pemerintahan 2025-2029. Namun di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait kemiskinan dan pengangguran penyandang disabilitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai 22,97 juta jiwa atau 8,5% dari total penduduk. Tingkat kemiskinan kelompok disabilitas tercatat 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan nondisabilitas. Hanya sekitar 55,23% penyandang disabilitas usia kerja yang terserap di pasar kerja, sebagian besar masih berada di sektor informal dengan pendapatan rendah dan tidak menentu.

Kondisi ini terjadi bukan karena keterbatasan kemampuan, melainkan karena masih terbatasnya akses terhadap pelatihan vokasi, permodalan, teknologi tepat guna, dan lapangan kerja yang inklusif. Akibatnya, banyak penyandang disabilitas yang masih bergantung pada keluarga dan bantuan sosial, sehingga potensi mereka sebagai sumber daya produktif belum tergarap optimal.

Salah satu sektor yang paling potensial untuk pemberdayaan penyandang disabilitas adalah budidaya ikan air tawar. Sektor ini memiliki karakteristik yang ramah disabilitas: tidak memerlukan tenaga fisik berat, dapat dilakukan di lahan terbatas seperti pekarangan, memiliki siklus panen yang relatif cepat 2-3 bulan, serta memiliki permintaan pasar yang stabil. Komoditas seperti lele, nila, gurami, dan patin, telah terbukti menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Rangkaian kegiatan penyuluhan dan pelatihan budidaya ikan tawar yang diselenggarakan WMI.

Ketua Umum WMI, Firman Wibowo mengatakan, melalui momentum HUT ke-9 WMI tahun 2026, perkumpulan para jurnalis dari berbagai media massa nasional ini menginisiasi program pemberdayaan penyandang disabilitas melalui budidaya ikan air tawar sebagai bentuk pengabdian nyata untuk bangsa. Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi inklusif dalam rangka “Bersama Penyandang Disabilitas Kita Galang Ketahanan Pangan Nasional”.

Firman menyebutkan tujuan program pelatihan tersebut. Pertama, memberdayakan penyandang disabilitas melalui pelatihan dan pendampingan budidaya ikan air tawar agar mandiri secara ekonomi. Kedua, menggalang sinergi antara insan pers, korporasi, dan komunitas penyandang disabilitas dalam mendukung ketahanan pangan.

Berikutnya ketiga, menciptakan model pemberdayaan inklusif yang dapat direplikasi di daerah lain. Keempat, meningkatkan kepedulian publik terhadap potensi dan peran penyandang disabilitas melalui pemberitaan positif.

Sementara kegiatan sosial, WMI akan memberikan santunan kepada para anak yatim dan piatu. Tak hanya itu, WMI juga memberikan pelatihan dan menyediakan fasilitas kolam kepada mereka untuk budidaya ikan air tawar.

Firman Wibowo mengemukakan, kehadiran WNI tidak sekadar menyalurkan hobi mancing, tapi ikut berperan aktif dalam kegiatan sharing pengalaman dan ilmu, sosial, dan peduli terhadap lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan alam.

WMI bersama perwakilan korporasi di sela acara fun fishing di Pemancingan Ayam Jago.

“Kami berharap kehadiran WMI bisa memberikan manfaat, khususnya kepada anggota, umumnya kepada masyarakat, dan WMI hadir bersama untuk membangun bangsa dan NKRI, dan bersama mitra, korporasi, serta pemerintah,” kata Firman.

Di penghujung rangkaian acara HUT ke-9 WMI, akan disemarakkan dengan gelaran fun fishing di Pemancingan Ayam Jago, Jl. Kampung Rawajati, Desa Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. Fun fishing dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara HUT ke-9 WMI, Rama Julian Saputra menyampaikan, kegiatan fun fishing akan diikuti anggota WMI, perwakilan korporasi, penyandang disabilitas, anak yatim dan piatu, serta pekerja lokal.

Rama pun menyilakan bagi korporasi dan stakeholder lainnya yang ingin mendukung kegiatan edukasi, sosial, dan fun fishing dalam rangka menyemarakkan HUT ke-9 WMI. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN