Jakarta,corebusiness.co.id-Mobil jenis ICE Non-KBH2 masih bercokol di posisi pertama di tingkat wholesales (pabrik ke diler) pada Juli 2026, terjual sebanyak 48.274 unit. Kendaraan listrik (electric vehicle/EV) jenis Battery Electric Vehicle (BEV) berada di posisi kedua, dengan wholesales 13.972 unit di periode yang sama.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat wholesales mobil nasional (mobnas) pada Juli 2026 sebanyak 81.115 unit atau meningkat 4,5 persen dibandingkan satu bulan sebelumnya, sebanyak 77.603 unit. Sementara di tingkat retail sales (diler ke konsumen) pada Juli sebanyak 77.412 unit atau meningkat 3,6 persen dibandingkan periode Juni 2026, sebanyak 74.758 unit.
Berdasarkan data yang diterima corebusiness.co.id dari Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, penjualan mobil nasional (mobnas) teratas periode Juli 2026 masih ditempati kendaraan kategori bahan bakar minyak (BBM). Untuk jenisnya, kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) Non-Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), baik untuk kendaraan penumpang (passenger car/PC) maupun komersial (commercial vehicle/CV). Wholesales jenis kendaraan ini sebanyak 48.274 unit, meningkat 3.444 unit dibandingkan Juni, yang menyentuh angka 44.830 unit.
ICE Non-KBH2 adalah klasifikasi industri otomotif yang merujuk pada semua kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel (nonlistrik) di luar kategori mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC).
Semantara kinerja secara kumulatif sepanjang Januari-Juli 2026, wholesales ICE Non-KBH2 menyentuh angka 312.225 unit. Secara tahunan (yoy), wholesales sepanjang Januari-Juli tahun 2026 sebanyak 312.225 unit, meningkat 33.650 unit atau 12,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sebanyak 278.575 unit.
Sementara itu, EV jenis BEV menempati posisi kedua. Wholesales pada Juli 2026 sebanyak 13.962, meningkat 1.309 unit dibandingkan periode satu bulan sebelumnya, sebanyak 12.653 unit.
Wholesales sepanjang Januari-Juli 2026 sebanyak 83.758 unit, terjadi peningkatan signifikan 39.354 unit atau 88,6 persen dibandingkan periode Januari-Juli tahun 2025, sebanyak 44.404 unit.
Untuk diketahui, BEV adalah jenis mobil listrik murni yang 100 persen bergantung pada baterai dan motor listrik. Mobil EV jenis ini tidak memiliki mesin pembakaran internal (mesin bensin/solar) dan tidak menghasilkan emisi gas buang.
Mobil jenis ICE KBH2 kategori LCGC berbasis energi BBM berada di posisi ketiga. Pada Juli 2026 mobil jenis ini di tingkat wholesales menyentuh angka 9.127 unit. Namun, angka ini merosot 324 unit dibandingkan periode Juni, sebanyak 9.451 unit.
Wholesales sepanjang Januari-Juli 2026, ICE KBH2 kategori LCGC mentok di angka 64.633 unit, merosot 12.769 unit atau minus 16,5 persen, dibandingkan periode Januari-Juli tahun 2025 yang bertengger di angka 77.402 unit.
Di bawah ICE KBH2 LCGC, di tempati EV jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV), yang menggabungkan mesin pembakaran internal (mesin bensin) dengan motor listrik dan baterai. Di tingkat wholesales, mobil jenis ini terjual 7.769 unit pada Juli 2026, ikut terjungkal 446 unit dibandingkan periode Juni 2026, yang menyentuh 8.215 unit.
Meskipun demikian, wholesales sepanjang Januari-Juli 2026, mobil jenis HEV mengalami lonjakan cukup signifikan, mencapai 50.138 unit, meningkat 15.603 unit atau 42,9 persen, dibandingkan periode sama tahun 2025, sebanyak 35.075 unit.
Di posisi kelima, ditempati kategori EV jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Di tingkat wholesales pada Juli 2026 mentok di angka 1.973 unit, juga mengalami penurunan sebanyak 430 unit dibandingkan periode Juni, yang berhasil menjual 2.403 unit.
PHEV adalah mobil yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Berbeda dengan mobil hybrid biasa, baterai PHEV berkapasitas lebih besar dan dapat diisi ulang dengan mencolokkannya ke listrik (di rumah atau SPKLU). Mobil ini bisa berjalan murni dengan listrik untuk jarak menengah, lalu mesin bensin akan menyala otomatis jika baterai habis.
Meskipun wholesales Juli terperosok, namun sepanjang Januari-Juli 2026 kategori EV mobil jenis PHEV paling unggul, mencapai 6.988 unit, melonjak signifikan 4.900 unit atau 234,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sebanyak 2.088 unit.
Gaikindo juga memasukkan kategori EV jenis Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Namun, tidak tercatatkan tingkat wholesales Juli 2026 maupun periodisasi Januari-Juli 2025 dan 2026.
FCEV adalah mobil yang menggunakan sistem serupa dengan BEV. Namun, ada beberapa faktor penting yang menjadi pembeda antara FCEV dengan BEV. Pada BEV, listrik disimpan pada baterai mobil. Namun pada FCEV, listrik yang dipakai untuk menggerakan mobil dihasilkan dari proses kimia di dalam sel bahan bakar atau fuel cell.
FCEV menggunakan hidrogen sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik dari sistem sel bahan bakar. Menariknya, FCEV menghasilkan air murni atau H2O dalam proses menghasilkan listrik untuk menggerakan kendaraan. (Rif)