Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html
Jakarta,corebusiness.co.id-Para produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) Tiongkok memiliki medan pertempuran lain dalam upaya mencapai supremasi teknologi: pengisian daya ultra cepat.
Tidak lagi puas dengan pengisian daya 30 menit, produsen mobil seperti Geely, BYD, dan Li Auto kini berlomba untuk menghadirkan kecepatan pengisian daya yang meniru pengisian bensin selama 5 menit.
Persaingan untuk menghadirkan kecepatan pengisian daya ekstrem ini, seperti dilansir Reuters, semakin intensif karena para produsen berupaya mengurangi kekhawatiran konsumen tentang jangkauan—dan menghidupkan kembali permintaan di pasar mobil terbesar di dunia–di mana pertumbuhan telah melambat.
Namun, mendorong arus tingkat megawatt (MW) ke dalam baterai lithium-ion juga menimbulkan tantangan teknik yang serius, seperti resistensi risiko kebakaran, degradasi baterai, bahkan potensi runtuhnya jaringan listrik.
Produsen mobil Tiongkok memang telah melaju lebih cepat daripada pesaing Barat dalam kemampuan pengisian daya. Geely, misalnya, pada Rabu meluncurkan pengaturan pengisian daya ultra cepat yang menawarkan baterai khusus dan output puncak hingga 2,25 MW dari satu pistol pengisian daya. Geely mengatakan sistem tersebut dapat mengisi daya EV dari 10 persen hingga 70 persen dalam waktu 4,5 menit, dan dari 10 persen hingga 97 persen dalam waktu 8 menit.
BYD, yang merupakan pesaing Geely, telah mengembangkan sistem pengisian cepat tingkat MW dan baterai blade yang mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 97 persen dalam 9 menit.
EV andalan Li Auto dilengkapi dengan baterai Kirin 5C dari CATL, yang dapat menambah jarak tempuh hingga 500 km (310 mil) hanya dalam 12 menit.
Produsen baterai Sunwoda tak ingin ketinggalan dalam perlombaan pengisian cepat. Sunwoda mengembangkan sistem baterai yang menjanjikan pengisian daya 10 persen hingga 97 persen dalam 9 menit.
Bandingkan dengan produsen EV dari Amerika Serikat (AS) seperti Tesla, untuk pengisian daya 10 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu antara 15 hingga 25 menit. Atau Mercedes-Benz, produsen EV dari Jerman, yang menawarkan pengisian cepat dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu 22 menit.
Antisipasi Risiko Kebakaran
Untuk mencegah titik panas, Geely memperkenalkan jaringan pendingin cair “lima ujung” loop penuh yang mengalirkan cairan melalui baterai penyimpanan stasiun pengisian daya, kabel berpendingin cair, dan ke port pengisian daya kendaraan.
Geely membuat sel baterai EV lebih pendek atau mengadopsi desain “bilah pendek” dengan gesekan yang lebih sedikit untuk mencegah baterai terlalu panas selama pengisian daya super cepat.
Perangkat lunak berperan untuk mengatasi risiko keselamatan. Geely menerapkan teknologi AI dengan algoritma pembelajaran mendalam yang berjalan langsung pada kendaraan, sehingga dapat mengantisipasi kenaikan suhu 30 detik sebelumnya.
Untuk mengatasi keausan baterai akibat pengisian cepat, produsen mobil dan produsen baterai Tiongkok menggunakan berbagai metode seperti lapisan khusus atau arus pulsa frekuensi tinggi.
Untuk mencegah jaringan listrik runtuh akibat permintaan pengisian daya multi-megawatt, stasiun pengisian cepat diintegrasikan dengan sistem penyimpanan baterai dan tenaga surya. (Rif)