INFO Lebih Lanjut Klik: https://www.dfskmotors.co.id/id
Jakarta,corebusiness.co.id-Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil dari produsen ke distributor (wholesales) nasional pada Juni 2026 sebanyak 77.550 unit. Jenis ICE Non KBH2 berada di posisi pertama, terjual 44.829 unit, melewati angka wholesales kategori kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Namun periodisasi Januari-Juni 2026, rata-rata wholesales EV terjadi lonjakan signifikan, mampu membalap posisi mobil berbasis energi BBM.
Di tingkat wholesales, kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) masih banyak diminati para konsumen. Berdasarkan data yang diterima corebusiness.co.id dari Ketua Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, wholesales kendaraan berbasis energi fosil yang banyak dibeli konsumen adalah jenis Internal Combustion Engine (ICE) Non-Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2), baik untuk kendaraan penumpang (passenger car/PC) maupun komersial (commercial vehicle/CV).
ICE Non KBH2 adalah klasifikasi industri otomotif yang merujuk pada semua kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel (nonlistrik) di luar kategori mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC).
Gaikindo mencatat, semua jenis mobil ICE Non KBH2 berada di posisi pertama, telah terjual 44.829 unit. Sementara sepanjang Januari-Juni 2026, di tingkat wholesales mobil jenis ini tercatat 263.950 unit, atau meningkat 10,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sebanyak 239.535 unit.
Sementara kategori kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk jenis Battery Electric Vehicle (BEV) berada di posisi kedua. Di tingkat wholesales, jenis BEV telah terjual 12.653 unit. Namun, wholesales sepanjang Januari-Juni 2026 terjadi peningkatan 80,8 persen, yakni sebanyak 69.739 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2025, tercatat 38.576 unit.
Untuk diketahui, BEV adalah jenis mobil listrik murni yang 100 persen bergantung pada baterai dan motor listrik. Mobil EV jenis ini tidak memiliki mesin pembakaran internal (mesin bensin/solar) dan tidak menghasilkan emisi gas buang.
Mobil jenis ICE KBH2 kategori LCGC berbasis energi BBM berada di posisi ketiga. Pada Juni 2026 mobil jenis ini telah terjual 9.451 unit. Jika dilihat catatan wholesales sepanjang Januari-Juni 2026 sebanyak 55.506, justru turun 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, mencapai 68.038 unit.
Kategori EV jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV), yang menggabungkan mesin pembakaran internal (mesin bensin) dengan motor listrik dan baterai, berada di posisi keempat. Di tingkat wholesales, mobil jenis ini terjual 8.215 unit. Meskipun demikian, wholesales sepanjang Januari-Juni 2026 terjadi lonjakan cukup signifikan, mencapai 42.366 unit, atau naik 47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, hanya menyentuh di angka 28.817 unit.
Di posisi kelima, ditempati kategori EV jenis Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Di tingkat wholesales mentok di angka 2.402 unit. PHEV adalah mobil yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Berbeda dengan mobil hybrid biasa, baterai PHEV berkapasitas lebih besar dan dapat diisi ulang dengan mencolokkannya ke listrik (di rumah atau SPKLU). Mobil ini bisa berjalan murni dengan listrik untuk jarak menengah, lalu mesin bensin akan menyala otomatis jika baterai habis.
Meskipun posisinya berada paling bawah, namun wholesales sepanjang Januari-Juni 2026, kategori EV mobil jenis PHEV paling unggul, mencapai 5.003 unit, atau melonjak signifikan 187,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, sebanyak 1.741 unit.
Gaikindo juga memasukkan kategori EV jenis Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV). Namun, tidak tercatatkan tingkat wholesales Juni, periodisasi Januari-Juni 2026 maupun 2025.
Dikutip dari AFDC, mobil jenis FCEV menggunakan sistem yang serupa dengan BEV. Namun, ada beberapa faktor penting yang menjadi pembeda antara FCEV dengan BEV. Pada BEV, listrik disimpan pada baterai mobil. Namun pada FCEV, listrik yang dipakai untuk menggerakan mobil dihasilkan dari proses kimia di dalam sel bahan bakar atau fuel cell.
FCEV menggunakan hidrogen sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik dari sistem sel bahan bakar. Menariknya, FCEV menghasilkan air murni atau H2O dalam proses menghasilkan listrik untuk menggerakan kendaraan. (Rif)