160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
160 x 600 PASANG IKLAN
Informasi Lengkap DFSK E5 Plus, Klik: https://www.dfskmotors.co.id/Passenger/E5Plus.html

Survei Terbaru YouGov Beberkan Pemahaman Masyarakat tentang Pneumonia Pneumokokus

Pfizer Indonesia bersama para pembicara dalam media rountable Pfizer Indonesia dengan tema: “Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti”, di Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026. Foto: corebusiness.co.id/Syarif
750 x 100 PASANG IKLAN

Jakarta,corebusiness.co.id–Survei terbaru YouGov menemukan empat dari sepuluh orang Indonesia (41 persen) belum mengenali pneumonia pneumokokus, sementara 44 persen lainnya pernah mendengar istilah tersebut tetapi tidak dapat menjelaskan secara spesifik. Hanya 15 persen yang mengenal sekaligus memahaminya.

Survei ini juga menemukan hanya 28 persen orang dewasa yang mengetahui bahwa orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia serius. Padahal lebih dari separuh (55 persen) rutin merawat orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua.

Temuan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian banyak keluarga terhadap penyakit pernapasan. Pada Agustus 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari 400 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam satu minggu, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025, saat musim kemarau dan akibat asap kebakaran hutan dan lahan yang memengaruhi kualitas udara di sejumlah provinsi. Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Timur, dan Banten mencatat jumlah kasus tertinggi sepanjang tahun ini.

Di tengah kondisi ketika banyak keluarga mempertimbangkan apakah batuk perlu diperiksakan ke dokter, survei ini menunjukkan sebagian besar orang Indonesia belum memahami apa itu pneumonia, siapa yang paling terdampak, atau apakah ini penting untuk ditanyakan.

Hasil survei YouGov tersebut dibahas dalam media rountable Pfizer Indonesia dengan tema: “Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti”, yang dihelat di Jakarta, pada Kamis, 24 September 2026.

Dalam acara ini, Pfizer Indonesia mempertemukan dokter spesialis, dokter keluarga, serta perwakilan dari pasien sekaligus seorang caregiver di Jakarta untuk membagikan temuan survei sekaligus kampanye edukasi penyakit mengenai kesehatan pernapasan pada orang dewasa.

Kampanye ini mendorong orang dewasa di Indonesia, terutama mereka yang merawat orang tua atau kerabat lansia, agar memahami risiko kesehatan mereka sendiri dan berkonsultasi dengan dokter.

Bagi keluarga, kampanye ini sebagai pengingat bahwa menjaga kesehatan paru-paru sama dengan menjaga berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari: bekerja, mengasuh anak, menghabiskan waktu bersama orang tua, dan mempersiapkan momen-momen yang penting. Kampanye ini mengajak orang dewasa memandang kesehatan mereka sebagai bagian dari menjaga satu sama lain, termasuk ketika orang yang disayangi tampak sehat dan aktif.

“Merawat seseorang juga berarti memahami risiko kesehatan yang mungkin tidak mereka sadari sendiri. Temuan ini menegaskan pentingnya menyampaikan informasi yang jelas dan mudah dipahami tentang pneumonia kepada keluarga di Indonesia. Terutama mereka yang mendampingi orang tua lanjut usia atau orang tersayang dengan kondisi kronis,” kata Cluster Lead Pfizer Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina, Deborah Seifert.

Deborah mengutarakan, melalui kampanye “Lindungi Napasmu, Jaga Momen Berarti”, pihaknya ingin membantu masyarakat merasa siap untuk bertanya dan berdiskusi dengan tenaga kesehatan mengenai risiko yang akan mereka hadapi. Sehingga mereka dapat terus menjalani kehidupan sehari-hari yang berarti.

Apa Itu Pneumonia, Siapa Paling Terdampak?

Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, menjelaskan, pneumonia pneumokokus adalah infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri bernama streptococcus pneumoniae.

Menurutnya, pneumonia dan flu bukan penyakit yang sama, meskipun flu dapat berkembang menjadi pneumonia. Keduanya bisa menimbulkan batuk dan demam, sehingga keluarga sebaiknya tidak menyimpulkan penyebabnya berdasarkan gejalanya saja.

“Sesak napas atau nyeri dada perlu segera diperiksakan ke dokter. Kesulitan bernapas yang parah atau kebingungan yang muncul tiba-tiba memerlukan penanganan gawat darurat. Seiring bertambahnya usia, tubuh semakin sulit melawan infeksi. Penyakit kronis seperti diabetes serta penyakit jantung atau paru kronis dapat semakin meningkatkan risiko penyakit pneumokokus,” terang dr. Joyce.

Terkait upaya individu melindungi diri dari pernyakit pernapasan serius, Dokter Keluarga, Klinik Kimia Farma, dr. Meidi Nursasih, menyarankan perlu dilakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan ke dokter.

“Anda tidak perlu memahami istilah medis sebelumnya. Sampaikan saja ke dokter mulai dari usia, riwayat kesehatan, dan apa pun yang menjadi kekhawatiran terhadap gangguan kesehatan Anda. Dari situ, dokter dapat memberikan saran yang sesuai untuk Anda,” kata dr. Meidi.

Dari informasi pasien tersebut, kata dr. Meidi, selanjutnya dokter akan menjelaskan seperti apa risiko dari gangguan kesehatan, pilihan pengobatan yang tersedia, serta menjawab pertanyaan seputar keamanan, biaya, dan ke mana harus pergi untuk mendapatkan layanan tersebut.

“Dengan jawaban yang jelas dari dokter, pasien dapat mengambil keputusan yang ia pahami dan merasa nyaman dengan keputusannya,” ucap dr. Meidi.

Senada, Dokter Keluarga, Prodia, dr. Kristin Tjandra, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin adalah kesempatan untuk melihat kondisi kesehatan seseorang secara menyeluruh. Termasuk mendeteksi penyakit yang sudah ada, obat-obatan yang dikonsumsi, dan pemeriksaan lainnya yang mungkin diperlukan oleh dokter.

Ia menekankan, dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, pasien membantu dokter memberi saran yang tepat, dan bukan berdasarkan kondisi tubuh pasien pada hari tertentu saja. (Rif)

750 x 100 PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
750 x 100 PASANG IKLAN